Berdasarkan Peraturan Menteri Perhubungan 7/2019 menyatakan bahwa setiap kapal berbendera Indonesia atau yang berlayar di wilayah laut Indonesia wajib diwajibkan menginstal dan mengaktifkan Sistem Identifikasi Otomatis atau Sistem Identifikasi Otomatis (AIS). Dalam sistem navigasi kapal, Automated Identification System (AIS) memiliki peran yang sangat penting. Lantas apa fungsi dan cara kerja AIS dalam sistem navigasi kapal? Simak penjelasannya berikut ini. 

 Apa itu AIS ? 

AIS (Automatic Identification System) adalah sistem pelacakan otomatis yang digunakan pada kapal dan Vessel Traffic Services (VTS) untuk mengidentifikasi dan menemukan kapal  secara real-time. Dengan menerapkan sistem AIS di kapal, pengaturan lalu lintas kapal dapat diatur sehingga dapat mengurangi resiko kecelakaan laut. 

Perangkat AIS ini dapat mengirimkan banyak informasi, seperti keberadaan kapal lain di sekitarnya melalui layar display monitor elektronik chart display information system, ECDIS, atau SENC. Beberapa informasi yang ditampilkan AIS seperti nomor ID kapal, nomor IMO, tanda panggilan, tipe kapal, panjang, posisi, waktu UTC, kecepatan, status navigasi, dan laju pergerakan kapal. 

Fungsi AIS 

AIS memiliki fungsi yang cukup penting dalam sistem navigasi kapal. Berikut beberapa fungsi AIS pada sistem navigasi kapal : 

  • Meningkatkan keselamatan pelayaran (terutama dalam cuaca buruk) melalui komunikasi kapal-ke-kapal secara real-time tentang lokasi, kecepatan, dan jalur kapal.
  • Mempermudah tim SAR saat terjadi kecelakaan. Dengan AIS, tim sar dapat dengan cepat merespon saat terjadi kecelakaan serta mempermudah penemuan lokasi kecelakaan. 
  • Mempermudah untuk monitoring pergerakan kapal lain yang berada di luar jalur pelayaran 

Cara Kerja AIS 

Cara kerja AIS yakni dengan mengandalkan frekuensi yang sangat tinggi (VHF), yang terletak frekuensi 156-162 MHz. Berdasarkan frekuensinya ini AIS dibagi menjadi dua jenis yakni : 

  • Kelas A : menggunakan sistem pemancar SIMPLEX (kapal ke kapal) pada frekuensi 161,975 MHz di channel 87B,
  • Kelas B menggunakan sistem pemancar DUPLEX (kapal ke darat) pada frekuensi 162.025 MHz di channel 88B. 

Seperti yang disinggung sebelumnya, penggunaan AIS untuk setiap kapal ini telah diatur oleh PM perhubungan republik Indonesia. Dalam peraturan tersebut menyebutkan untuk AIS  kelas A diperuntukan untuk seluruh kapal yang memenuhi konvensi SOLAS yang berlayar di laut Indonesia. Sedangkan untuk AIS kelas B di peruntukan untuk kapal penumpang dan Non-konvensi SOLAS > 35 GT yang berlayar di wilayah Indonesia. 

Kesimpulan

AIS memiliki peran yang sangat penting dalam sistem navigasi kapal. Dengan fungsi dan cara kerjanya yang efektif, AIS membantu meningkatkan keamanan dan efisiensi operasional kapal. Penting bagi setiap kapal untuk dilengkapi dengan AIS guna menjaga keselamatan pelayaran serta mencegah terjadinya insiden tabrakan di laut.

Harga AIS 

Fungsi dan Cara Kerja AIS Dalam Sistem Navigasi Kapal Melihat fungsinya yang sangat penting ini, maka dalam memilih AIS kapal tidak boleh sembarangan. Belilah AIS di distributor terpercaya seperti PT. Velasco Indonesia. Kami merupakan distributor alat kapal yang menjual AIS dari merk ternama seperti Samyung yang telah diakui secara nasional maupun internasional. Untuk informasi lebih lengkap terkait AIS dan harga AIS kapal, Anda dapat langsung menghubungi kami di telepon, email dan whatsapp. 

Baca Juga : Jual Radar Alat Navigasi Kapal Terbaru

VELASCO INDONESIA PERSADA adalah distributor dan Supplier Alat Navigasi marine di jakarta dan juga menjual  ICOM, SAMYUNG, MOTOROLA, FURUNO, SHAKESPEARE dll, dengan pelayanan terbaik di Jakarta. Kami juga menjual alat kapal, Lihat produk kami lainnya di sini. Rantai, rigging, wire rope, alat keselamatan kapal, peralatan safety, chemical product Semua barang yang kami jual dilengkapi sertifikat dan berkualitas. Silahkan hubungi kami lewat Whatsapp (081290808833) atau 021 690 5530. Bisa juga melalui email ke [email protected] atau [email protected] Atau lihat produk kami lainnya di sini.