Global Marine Distress Safety System (GMDSS) adalah sistem komunikasi yang menggunakan satelit. Alat ini dikembangkan oleh IMO (International Maritime Organization) yang bertujuan sebagai alat komunikasi untuk mengirimkan dan menerima tanda bahaya ketika terjadi keadaan darurat. Setiap kapal baik, kapal penumpang maupun barang dengan ukuran 300 GT ke atas wajib dilengkapi dengan perlengkapan GMDSS. Lantas apa saja peralatan GMDSS di kapal? Dalam artikel ini kami akan membahas berbagai perlengkapan GMDSS di kapal.


Penggunaan GMDSS awalnya didasarkan pada komunikasi radio kapal yang terkadang tidak terorganisir dengan baik mengenai cara panggilan darurat kepada tim penyelamat (SAR). Sering kali panggilan darurat yang dikirimkan tidak mendapatkan respon atau tidak diterima dengan baik. Untuk mengatasi masalah tersebut, maka diperkenalkan Global Marine Distress Safety System (GMDSS) di kapal yang telah diakui dan terorganisir secara internasional.

Peralatan GMDSS di kapal 

Berikut ini beberapa perlengkapan GMDSS yang tersedia di kapal : 

1. Very High Frequency (VHF) Radio 

Radio VHF digunakan untuk komunikasi jarak pendek dan penting. Umumnya digunakan untuk komunikasi antara kapal ke kapal atau kapal ke MRCC (Maritime Rescue and Coordination Centre) yang ada di darat. Seperti namanya radio ini bekerja pada frekuensi tinggi yakni pada rentan 156 hingga 174 MHz. Frekuensi radio VHF ditampilkan dalam bentuk channel, atau kanal. Radio VHF memiliki dua frekuensi penting.

  • Frekuensi 156.525 MHz pada channel 70: Channel ini adalah frekuensi Digital Selective Calling (DSC) yang digunakan untuk  mengirimkan peringatan. Pada channel ini, komunikasi suara (voice) dilarang.
  • Frekuensi 156.8 MHz pada channel 16: Ini merupakan  frekuensi bahaya di seluruh dunia. Berita tentang bahaya dan panggilan bahaya disiarkan di channel ini.
2. MF/HF Radio

MF/HF Radio digunakan digunakan untuk komunikasi jarak jauh. Alat ini  menyediakan jangkauan yang lebih jauh dan sangat penting untuk panggilan marabahaya.  Radio MF/HF bekerja pada frekuensi 6215 kHz yang digunakan untuk mengirimkan sinyal marabahaya. 

3. EPIRB

EPIRB (Emergency Positioning Indicating Radio Beacon) adalah perangkat peringatan marabahaya yang digunakan untuk mengirimkan sinyal marabahaya dalam situasi darurat. Alat ini membantu penyelamat menemukan kapal dalam bahaya dengan memberikan posisinya sehingga mudah ditemukan oleh tim SAR. 

4. SART 

SART (Search And Rescue Radar Transponder) adalah perangkat berbasis radar yang membantu dalam pendeteksian dan lokasi kapal penyintas atau kapal dalam keadaan darurat. ini membantu tim pencarian dan penyelamatan menemukan kapal atau sekocinya. 

5. NAVTEX Receiver 

Navtex adalah singkatan dari “Navigation Telex” dan merupakan layanan komunikasi navigasi maritim yang disediakan oleh pihak berwenang di berbagai negara. Alat ini berfungsi memberikan peringatan navigasi dan meteorologi, prakiraan cuaca, dan informasi penting lainnya kepada kapal. 

6. Inmarsat atau satellite Iridium communication system 

Sistem komunikasi satelit ini memungkinkan kapal untuk menjalin komunikasi dengan otoritas pantai, kapal lain dan pusat koordinasi penyelamatan di daerah terpencil di mana komunikasi terestrial terbatas. 

Itulah beberapa perlengkapan  GMDSS di kapal. Keberadaan perlengkapan GMDSS di kapal sangat penting demi menjamin keselamatan selama pelayaran. Dengan perlengkapan tersebut dapat mempermudah tim penyelamat dalam proses penyelamatan korban. Bagi Anda yang membutuhkan peralatan GMDSS di kapal, Anda dapat mendapatkannya di PT. Velasco Indonesia Persada. Kami merupakan distributor alat kapal yang menjual berbagai perlengkapan komunikasi kapal berkualitas dengan harga terjangkau.  

Baca Juga : Jual SART Alat Keselamatan Kapal Berkualitas

VELASCO INDONESIA PERSADA adalah distributor dan Supplier Alat Navigasi marine di jakarta dan juga menjual  ICOM, SAMYUNG, MOTOROLA, FURUNO, SHAKESPEARE dll, dengan pelayanan terbaik di Jakarta. Kami juga menjual alat kapal, Lihat produk kami lainnya di sini. Rantai, rigging, wire rope, alat keselamatan kapal, peralatan safety, chemical product Semua barang yang kami jual dilengkapi sertifikat dan berkualitas. Silahkan hubungi kami lewat Whatsapp (081290808833) atau 021 690 5530. Bisa juga melalui email ke info@velascoindonesia.com atau sales@velascoindonesia.com Atau lihat produk kami lainnya di sini.

Ada beberapa alat keselamatan kapal yang tidak dapat digunakan secara langsung, diperlukan suatu alat tambahan untuk mengaktifkannya. Salah satunya adalah Epirb yang merupakan alat pemberi sinyal darurat saat terjadi bahaya. Alat ini tidak dapat diaktifkan sendiri, dibutuhkan alat tambahan yang disebut HRU untuk mengaktifkannya. PT Velasco Indonesia Persada jual HRU untuk EPIRB dengan harga dan kualitas terbaik. 

Saat terjadi kecelakaan atau situasi darurat diatas kapal, kru kapal akan memberikan sinyal darurat untuk mendapatkan bantuan kepada tim SAR atau kapal lain dengan menggunakan alat keselamatan kapal, salah satunya yakni EPIRB. Sinyal yang dipancarkan EPIRB nantinya akan ditangkap oleh radar kapal lain atau pesawat yang melintas atau berada di dekat lokasi kecelakaan, sehingga pertolongan dapat dengan cepat dilakukan. EPIRB bisa di aktifkan dengan cara manual dan otomatis, dimana cara manual dengan menekan tombol di EPIRB dan secara otomatis menggunakan HRU. 

HRU (hydrostatic release unit) adalah alat bantu untuk mengaktifkan alat keselamatan kapal lainya.  Seperti yang disebutkan sebelumnya, terkadang ada beberapa alat keselamatan kapal yang tidak dapat aktif sendiri seperti EPIRB. Saat terjadi kecelakaan atau situasi darurat, HRU akan meluncurkan EPIRB secara otomatis ke laut.  

HRU untuk EPIRB memiliki ukuran yang kecil dan umumnya diletakan di dalam box atau cover penyimpan EPIRB. Alat ini hanya dapat digunakan sekali saja, jadi tidak dapat digunakan lagi. HRU untuk EPIRB memiliki tanggal waktu kadaluarsa, jadi harus rutin dicek dan diganti jika sudah melewati tanggal kadaluarsanya. Umumnya masa kadaluarsa HRU untuk EPIRB ini adalah dua tahun. Jika HRU sudah melewati masa kadaluarsa, makan EPIRB tidak dapat berfungsi dengan maksimal saat terjadi situasi darurat. 

Harga HRU Untuk EPIRB 

Sebagai distributor terpercaya, kami Jual HRU Untuk Epirb Harga Terbaik dan kualitas terbaik. HRU yang kami jual dari berbagai merk diantaranya Samyung, Jotron Hammar, dan Hypro. Dimana semua merk-merk tersebut telah banyak digunakan di kapal dan telah teruji kualitasnya. 

Baca Juga : Jual Epirb Harga Terbaik

VELASCO INDONESIA PERSADA adalah distributor dan Supplier HRU for Epirb di jakarta dan juga menjual Life Jacket Light Battery, Immersion Suit, Whistle Life Jacket, Life Jacket with Whistle, Inflatable Life Jacket  dll, dengan pelayanan terbaik di Jakarta. Kami juga menjual alat kapal, Life Jacket Marine, Working Vest, Life Buoy Line, Ring Buoy Light, Ring Buoy Solas, Flotation Safety Knife, SCBA – Self Contained Breathing Apparatus, Thermal Protective Aid, First Aid Kit, Emergency Food & Drink, Pelican Hook, HRU For Life Raft, Inflatable Life Raft, Imo Sign, Binocular  Lihat produk kami lainnya di sini. Rantai, rigging, wire rope, alat keselamatan kapal, peralatan safety, chemical product Semua barang yang kami jual dilengkapi sertifikat dan berkualitas. Silahkan hubungi kami lewat Whatsapp (081290808833) atau 021 690 5530. Bisa juga melalui email ke info@velascoindonesia.com atau sales@velascoindonesia.com Atau lihat produk kami lainnya di sini.

Serupa tapi tak sama, itulah EPIRB dan SART. Keduanya adalah alat yang digunakan untuk membantu pencarian dan penyelamatan (SAR) di laut. Namun, cara kerjanya berbeda dan masing-masing memiliki kelebihan serta kekurangan. Yuk simak perbedaan EPIRB dan SART yang wajib diketahui.

 

Apa Bedanya EPIRB dan SART

Berikut adalah perbedaan utama antara EPIRB dan SART:

  • EPIRB memancarkan sinyal radio ke satelit, sedangkan SART memancarkan sinyal radar.
  • EPIRB dapat diaktifkan secara manual atau otomatis, sedangkan SART hanya dapat diaktifkan otomatis.
  • EPIRB memiliki jangkauan yang lebih luas dan lebih akurat daripada SART.
  • EPIRB lebih mahal daripada SART.
  • EPIRB dapat digunakan di semua jenis kapal, sedangkan SART hanya dapat digunakan di kapal yang dilengkapi radar.

EPIRB dan SART adalah alat safety yang penting untuk keselamatan di laut. EPIRB lebih cocok untuk kapal besar, sedangkan SART lebih cocok untuk kapal kecil dan life raft. Jika bingung mau beli yang mana, silahkan hubungi kami untuk mendapatkan pelayanan terbaik.

 

Jadi, Pilih EPIRB atau SART?

  • Pertimbangkan ukuran dan jenis kapal Anda.
  • Pertimbangkan frekuensi yang akan digunakan.
  • Pertimbangkan apakah Anda ingin EPIRB dengan transponder GPS atau tidak.
  • Pertimbangkan anggaran Anda.
  • Konsultasikan dengan ahli alat maritim untuk mendapatkan saran yang tepat.

Pastikan untuk menguji EPIRB dan SART secara berkala untuk memastikan bahwa mereka berfungsi dengan baik. Anda juga harus menyimpan EPIRB dan SART di tempat yang mudah dijangkau dan aman. Dengan menggunakan EPIRB dan SART yang tepat, Anda dapat meningkatkan keselamatan Anda dan awak kapal Anda di laut.

 

Harga Jual EPIRB dan SART Kapal

Kami jual kedua alat ini dengan penawaran harga menarik. Tersedia merk SAMYUNG yang sudah teruji kualitasnya.

Baca juga : Alat Komunikasi Kapal Laut dan Fungsinya

 

VELASCO INDONESIA PERSADA adalah distributor alat kapal seperti radar kapal, antena marine, telepon satelit, dll, dengan pelayanan terbaik di Jakarta.

Kami juga merupakan distributor alat safety kapal, alat pemadam kebakaran, alat rigging, alat lifting, tali mooring, tali tambang, wire rope, webbing sling, dll. Lihat produk kami lainnya di sini. Semua barang yang kami jual dilengkapi sertifikat dan berkualitas. Silahkan hubungi kami lewat Whatsapp (081290808833) atau 021 690 5530. Bisa juga melalui email ke info@velascoindonesia.com atau sales@velascoindonesia.com

EPIRB (Emergency Position Indicating Radio Beacon) merupakan salah satu alat keselamatan yang wajib ada di setiap kapal. EPIRB sendiri adalah alat yang digunakan untuk mengidentifikasi keberadaan kapal saat situasi darurat. Alat ini akan memberikan sinyal darurat kepada tim SAR melalui satelit dengan frekuensi tertentu. yuks kitabahasa tentang Cara Kerja EPIRB Alat Pengirim Sinyal Darurat Kapal

Lalu bagaimana cara kerja EPIRB? 

Menurut cara kerjanya, EPIRB dibagi menjadi dua jenis yakni EPIRB yang diaktifkan secara manual dan EPIRB yang diaktifkan secara otomatis. EPIRB yang diaktifkan secara manual umumnya digunakan untuk kapal berukuran kecil seperti kapal layar atau kapal nelayan. 

Sebaliknya, EPIRB yang diaktifkan secara otomatis harus digunakan pada kapal yang memenuhi persyaratan SOLAS, seperti kapal pesiar, kapal kontainer, atau kapal tanker. EPIRB yang bekerja secara otomatis dilengkapi dengan HRU (Hydrostatic Release Unit). Dimana HRU akan mengaktifkan EPIRB secara otomatis setelah EPIRB berada di kedalaman 4-5 meter dan kemudian akan mengapung bebas di permukaan laut. 

Baik EPIRB manual maupun otomatis akan mengirimkan sinyal ke distress dengan cara yang sama. Berikut cara kerja EPIRB: 

  1. Setelah EPIRB aktif, EPIRB akan mengirimkan sinyal ke konstelasi satelit COSPAS SARSAT pada 406 MHz. Sinyal yang dikirimkan oleh EPIRB ini akan diterima oleh satelit di seluruh lautan. 
  2. Sinyal yang diberikan EPIRB berupa nomor ID dari EPIRB itu sendiri. Sebagai informasi, setiap EPIRB memiliki nomor ID sendiri dimana nomor ID ini dibuat oleh distributor dan telah didaftarkan ke SAR. Maka dari itu EPIRB tidak boleh di pindahkan di kapal lain. 
  3. Sementara itu untuk EPIRB modern umumnya telah dilengkapi dengan GPS, sehingga sinyal yang dipancarkan mencangkup posisi GPS. 
  4. Nantinya sinyal yang mencangkup data posisi EPIRB akan dikirimkan ke stasiun kontrol. 
  5. Setelah identifikasi EPRIB, stasiun kontrol akan mengirimkan sinyal distress ke Pusat Badan SAR atau Maritime Rescue Coordination Center (MRCC) terdekat. 
  6. Setelah mengetahui identitas dan posisi EPIRB, badan SAR akan memeriksa nomor identifikasi EPIRB dengan database mereka. Database ini mencakup identitas registrasi negara, detail kapal, peralatan radio, dan orang yang harus dihubungi. Ini akan memberi mereka informasi tambahan tentang kapal, dan mereka akan mencoba berkomunikasi dengan kapal atau pemilik kapal.
  7. Setelah itu, badan SAR akan memulai pencarian kapal dan berusaha menyelamatkan kapal tersebut. Saat tim penyelamat mendekati posisi kapal, sinyal horming harus terdengar dari EPIRB pada arah VHF dengan frekuensi 121,5 MHZ.
  8. Operasi penyelamatan dapat tertunda jika Badan SAR/MRCC tidak dapat menemukan sinyal distress.

Demikian Cara Kerja EPIRB Alat Pengirim Sinyal Darurat Kapal cara kerja EPIRB saat kapal dalam bahaya. Dengan mengetahui cara kerja alat ini , membuat kita paham dan mengetahui bagaimana pentingnya EPIRB saat kecelakaan kapal terjadi. Jika Anda mencari EPIRB berkualitas, Anda dapat menghubungi kami. Kami menjual EPIRB berstandar SOLAS dengan harga yang kompetitif

Baca Juga : Jual Epirb Harga Terbaik

VELASCO INDONESIA PERSADA adalah distributor dan Supplier Alat Navigasi marine di jakarta dan juga menjual  ICOM, SAMYUNG, MOTOROLA, FURUNO, SHAKESPEARE dll, dengan pelayanan terbaik di Jakarta. Kami juga menjual alat kapal, Lihat produk kami lainnya di sini. Rantai, rigging, wire rope, alat keselamatan kapal, peralatan safety, chemical product Semua barang yang kami jual dilengkapi sertifikat dan berkualitas. Silahkan hubungi kami lewat Whatsapp (081290808833) atau 021 690 5530. Bisa juga melalui email ke info@velascoindonesia.com atau sales@velascoindonesia.com Atau lihat produk kami lainnya di sini.