Dalam dunia industri, di mana proses pengangkatan beban merupakan aplikasi yang selalu dilakukan dan memerlukan perangkat yang tepat dan berkualitas. Salah satu perangkat yang tidak boleh diabaikan dalam proses ini adalah eye hook. Sebagai distributor alat kapal yang juga menjual alat-alat rigging, PT. Velasco Indonesia Persada jual eye hook Crosby berbagai ukuran dengan harga terbaik. 

Dalam aplikasi pengangkatan beban di sejumlah industri membutuhkan alat bantu angkat yang digunakan untuk mengaitkan dan menarik beban. Salah satu alat yang digunakan dalam proses ini adalah hook atau mata kait dimana fungsinya selain untuk menarik dan mengaitkan beban, alat ini juga digunakan sebagai pengaman saat beban dipindahkan. 

Ada banyak jenis hook yang digunakan di lapangan, dimana setiap jenisnya memiliki bentuk dan fungsi yang berbeda. Salah satu jenis hook yang sering digunakan adalah eye hook. Eye hook sendiri adalah jenis hook yang memiliki lubang sambung yang berbentuk lingkaran yang umumnya disebut mata (eye). 

Eye hook dapat digunakan untuk pengangkatan yang menggunakan wire rope, rantai ataupun jenis sling lainnya. Namun karena bentuk lubang sambungnya yang berbentuk bulat dan tidak dapat dilepas, maka sebelum di pasang ke sling diperlukan alat rigging lain untuk menghubungkannya. Alat rigging yang digunakan sebagai penghubung eye hook dengan sling ini adalah connecting link / hammerlock. 

Sebagai penyedia alat rigging berkualitas, kami menjual eye hook merk Crosby dalam berbagai ukuran. Eye Hook Crosby merupakan salah satu produk unggulan dalam industri perangkat angkat dan pengangkutan. Diproduksi oleh Crosby, merek yang telah terkenal akan kehandalan dan kualitasnya dalam menyediakan alat angkat yang aman dan efisien.  Eye Hook Crosby terbuat dari bahan berkualitas tinggi yang mampu menanggung tekanan dan berat yang signifikan. Kualitasnya yang baik menjadikannya pilihan ideal untuk berbagai aplikasi angkat di berbagai sektor, mulai dari konstruksi, manufaktur, pertambangan, hingga perkapalan.

Selain itu, eye hook Crosby yang kami jual juga tersedia dalam berbagai ukuran: 

eye hook crosby

Harga Eye Hook Crosby 

Untuk eye hook Crosby yang kami jual memiliki harga yang bervariasi tergantung pada ukuran yang Anda pilih sesuai kebutuhan. Dengan kualitas yang terjamin, desain ergonomis, dan berbagai ukuran yang tersedia, Eye Hook Crosby merupakan pilihan terbaik untuk berbagai kebutuhan angkat. Bagi Anda yang membutuhkan eye hook Crosby Anda dapat mendapatkannya di PT. Velasco Indonesia Persada. Segera hubungi kami dan dapatkan penawaran menarik dari kami. 

Baca Juga : Jual Berbagai Jenis Hook dengan Harga Terbaik 

VELASCO INDONESIA PERSADA adalah distributor dan Supplier Hook di jakarta dan juga menjual  Clevis Grab Hook, Eye Bolt, Spelter Socket, Swivel Shur Loc Hook, Eye Hook ,Hammerlock, Ratchet Load Binder, Master Link Assembly, Shackle, Thimble Heavy Duty, Turnbuckle, Swivel, Wire Clip, Rachet, Webbing Sling, Lever Block, Chain Block dll, dengan pelayanan terbaik di Jakarta. Kami juga menjual alat kapal, Lihat produk kami lainnya di sini. Rantai, rigging, wire rope, alat keselamatan kapal, peralatan safety, chemical product Semua barang yang kami jual dilengkapi sertifikat dan berkualitas. Silahkan hubungi kami lewat Whatsapp (081290808833) atau 021 690 5530. Bisa juga melalui email ke [email protected] atau [email protected] Atau lihat produk kami lainnya di sini.

Turnbuckle adalah komponen yang sering digunakan dalam konstruksi, pelayaran, dan industri lainnya. Turnbuckle atau yang disebut jarum keras ini digunakan untuk mengatur tegangan sling. PT. Velasco Indonesia Persada jual turnbuckle berbagai tipe dan ukuran untuk memenuhi kebutuhan rigging Anda.


Secara sederhana, turnbuckle adalah perangkat yang dapat digunakan untuk mengontrol ketegangan yang dibutuhkan oleh sling, seperti sling kawat, sling rantai, sling rope, webbing sling, dan alat lainnya yang membutuhkan ketegangan. Alat ini berbentuk seperti besi panjang dengan dua mata pengait di setiap ujungnya. Dimana dua mata kail ini berfungsi untuk mengikat benda dengan benda lain agar dapat diatur tingkat tegangannya. 

turnbuckle Jual Turnbuckle Berbagai Tipe dan Ukuran

Secara umum, mata pengait pada turnbuckle dibagi menjadi tiga tipe yakni eye hook dan juga jaw. Dimana untuk eye memiliki bentuk bulat, hook berbentuk seperti kail pancing, sedangkan jawa memiliki bentuk seperti huruf U dengan pengunci di ujungnya. 

Tipe Turnbuckle

Seperti disebutkan sebelumnya, setiap ujung turnbuckle dilengkapi dengan mata pengait. Hal ini memungkinkan, pada sebuah turnbuckle memiliki mata kail satu dengan lainnya yang disesuaikan dengan kebutuhan. Berikut tipe turnbuckle berdasarkan bentuk mata kaitanya: 

  • Turnbuckle eye & eye: Tipe ini memiliki eye di setiap ujung, yang berarti lebih banyak digunakan untuk aplikasi permanen karena sling lebih sulit dilepas. 
  • Turnbuckle jaw & jaw: alat ini cocok untuk penggunaan wire rope sementara karena bagian pin di ujungnya dapat dibuka dan dilepas. 
  • Turnbuckle hook & hook: Tipe turnbuckle ini memiliki pengait berbentuk hook di setiap ujungnya. Tipe ini banyak digunakan untuk aplikasi yang bersifat sementara karena sangat mudah digunakan. 
  • Turnbuckle eye & hook: Tipe turnbuckle ini sangat fleksibel digunakan untuk berbagai tujuan karena memiliki ujung berbentuk eye di satu sisi dan hook di sisi lain.  
  • Turnbuckle jaw & eye : tipe ini merupakan kombinasi dari jenis pertama dan kedua, dengan satu ujung yang memiliki pengunci pin yang fleksibel dan satu lagi yang berbentuk mata, yang membuatnya lebih fleksibel.

Ukuran Turnbuckle

Ukuran turnbuckle sangat beragam. Anda dapat memilih dari berbagai ukuran turnbuckle untuk memenuhi kebutuhan industri yang berbeda. Adapun pilihan ukuran turnbuckle antara lain 6 mm, 8 mm, 10 mm, 12 mm, 16 mm, 20 mm, 22 mm, dan 24 mm. Dimana setiap ukuran turnbuckle memiliki kapasitas beban yang berbeda. Kapasitas WLL berkisar dari 100 kg, 200 kg, 300 kg, 500 kg, dan 3000 kg.

Harga Turnbuckle

Sebagai distributor terpercaya, kami  jual Turnbuckle berbagai tipe dan ukuran dengan harga terbaik. Untuk harga Turnbuckle sendiri sangat beragam tergantung pada tie dan ukuran yang Anda pilih. Untuk informasi lebih lanjut terkait produk atau harga Turnbuckle, Anda dapat langsung menghubungi tim kami melalui telepon, email ataupun dapat juga melalui whatsapp. 

Baca Juga : Cara Menggunakan Turnbuckle 

VELASCO INDONESIA PERSADA adalah distributor dan Supplier Turnbuckle, di jakarta dan juga menjual  Clevis Grab Hook, Eye Bolt, Spelter Socket, Swivel Shur Loc Hook, Eye Hook ,Hammerlock, Ratchet Load Binder, Master Link Assembly, Shackle, Thimble Heavy Duty, Swivel, Wire Clip, Rachet, Webbing Sling, Lever Block, Chain Block dll, dengan pelayanan terbaik di Jakarta. Kami juga menjual alat kapal, Lihat produk kami lainnya di sini. Rantai, rigging, wire rope, alat keselamatan kapal, peralatan safety, chemical product Semua barang yang kami jual dilengkapi sertifikat dan berkualitas. Silahkan hubungi kami lewat Whatsapp (081290808833) atau 021 690 5530. Bisa juga melalui email ke [email protected] atau [email protected] Atau lihat produk kami lainnya di sini.

Webbing sling merupakan salah satu alat angkut yang paling sering digunakan untuk mengangkat benda dengan bentuk dan bobot yang besar di beberapa industri. Namun penggunaan webbing sling yang tidak tepat justru dapat menyebabkan kecelakaan kerja hingga korban jiwa. Karena itu, sangat penting untuk memahami cara menggunakannya dengan tepat. Dalam artikel ini kami akan memberikan tips menggunakan webbing sling yang benar. 


Webbing sling sering disebut juga dengan sling belt. Alat ini merupakan salah satu jenis sling yang digunakan sebagai penghubung antara alat angkat seperti crane dengan beban yang akan diangkat. Webbing sling dirancang untuk dapat digunakan  untuk mengangkat beban yang memiliki bentuk besar dan bobot yang berat. 

Secara material pembuatannya, webbing sling memiliki bentuk seperti anyaman yang terbuat dari bahan polyester nylon atau polypropylene. Untuk bentuknya sendiri, umumnya webbing dibuat dengan bentuk datar atau pipih dan ada juga yang berbentuk tabung dengan ukuran berbeda. Karena memiliki jenis dan ukuran yang beragam, maka sebelum menggunakan pastikan pastikan Anda menggunakan webbing sling yang sesuai dengan kebutuhan. Berikut ini beberapa tips menggunakan webbing sling yang benar: 

  • Cek kondisi webbing sling sebelum digunakan  

Jangan gunakan webbing yang kondisinya tidak layak untuk digunakan. Jika webbing putus saat digunakan, itu dapat menyebabkan beban jatuh, yang dapat menyebabkan cedera di tempat kerja. Ini juga dapat menyebabkan kerusakan pada peralatan yang diangkat atau dipindahkan. Jangan memaksakan diri untuk menggunakan webbing yang telah memiliki lubang, potongan, atau sobekan di bagian bodynya. Selain itu, hindari menggunakan webbing dengan jahitan dan banyak goresan di bagian tubuh webbing sling.

  • Pastikan Memilih jenis webbing sling yang tepat 

Ada dua jenis webbing sling yang umum digunakan yakni Eye webbing sling dan round webbing sling. Kedua  jenis webbing sling ini berbeda dari segi bentuk maupun penggunaannya. Dimana eye webbing sling memiliki bentuk seperti wire rope sling yang memiliki mata tau lubang di bagian ujungnya yang digunakan sebagai kait untuk mengikat objek yang akan diangkat atau di ikat. Sedangkan round webbing sling dibuat dengan ujung satu dengan lainnya dijahit menjadi satu sehingga membentuk seperti lingkaran. Jenis round webbing sling ini sering digunakan untuk aplikasi pengangkatan dengan posisi atau posisi choker seperti saat mengangkat pipa-pipa besar. 

  • Perhatikan batas beban yang dapat diangkut oleh webbing sling 

Untuk memilih webbing sling yang tepat, Anda harus terlebih dahulu mengetahui berat beban yang akan anda angkat. Misalnya, jika anda akan mengangkat beban seberat 17 ton, Anda akan membutuhkan webbing sling dengan batas beban kerja atau WLL sebesar 20 ton, bukan WLL dengan batas beban 15 ton. Setiap lifting sling memiliki WLL yang berbeda. Jika batas ini melampaui berat beban yang akan anda angkat, itu akan berpotensi merusak lifting sling.

  • Pastikan Beban yang akan diangkat aman 

Tips berikutnya adalah pastikan webbing sling benar-benar aman dari alat pengangkat atau beban yang akan diangkat. Hal ini dilakukan untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan seperti jatuh atau tergelincir. Ini juga terkait dengan panduan memasang webbing sling yang aman dan benar.

  • Pastikan titik pengangkatan harus berada di atas pusat gravitasi

Sangat penting untuk mengetahui titik pusat gravitasi saat mengangkat beban berat karena ini memungkinkan Anda mengontrol penuh beban yang akan diangkat. Jika beban tidak tertahan dengan benar oleh titik pusat gravitasi, beban yang sedang dipindahkan dapat berayun, menyebabkan beban rusak atau cedera pada pekerja lain jika terlepas dari sling.

  • Pastikan menggunakan webbing sling sejenis 

Tips menggunakan webbing sling terakhir adalah memastikan jenis webbing sling yang Anda gunakan sejenis. Untuk mengurangi resiko kecelakaan kerja, karena proses pengangkatan beban biasanya membutuhkan lebih dari satu buah webbing, penting untuk memastikan bahwa webbing yang digunakan memiliki panjang, warna, dan WLL yang sama.

Itulah beberapa tips menggunakan webbing sling yang benar. Apabila Anda membutuhkan atau ingin mengetahui informasi tentang webbings sling jangan ragu untuk menghubungi kami. PT. Velasco Indonesia Persada merupakan distributor alat kapal yang menjual webbing sling berkualitas dengan harga terbaik. 

Baca Juga : Jual Webbing Sling Berkualitas

VELASCO INDONESIA PERSADA adalah distributor dan Supplier Webbing Sling di jakarta dan juga menjual  Clevis Grab Hook, Eye Bolt, Spelter Socket, Swivel Shur Loc Hook, Eye Hook ,Hammerlock, Ratchet Load Binder, Master Link Assembly, Shackle, Thimble Heavy Duty, Turnbuckle, Swivel, Wire Clip, Rachet, Lever Block, Chain Block dll, dengan pelayanan terbaik di Jakarta. Kami juga menjual alat kapal, Lihat produk kami lainnya di sini. Rantai, rigging, wire rope, alat keselamatan kapal, peralatan safety, chemical product Semua barang yang kami jual dilengkapi sertifikat dan berkualitas. Silahkan hubungi kami lewat Whatsapp (081290808833) atau 021 690 5530. Bisa juga melalui email ke [email protected] atau [email protected] Atau lihat produk kami lainnya di sini.

Jika Anda bekerja di bidang industri dan perkapalan pastinya sudah tak asing dengan benda yang disebut dengan Shackle. Shackle atau yang disebut dengan segel memiliki fungsi yang penting sebagai alat penghubung antar sling dengan benda yang akan diangkat. Shackle ini memiliki bentuk dan ukuran yang beragam, jadi dalam memilih shackle tidak boleh sembarangan, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Agar Anda tidak salah pilih, kami akan memberikan beberapa tips memilih  shackle yang tepat sesuai dengan kebutuhan Anda. Shackle adalah alat bantu angkat yang digunakan untuk menyambung atau mengaitkan sling dengan objek yang akan diangkat. Saat digunakan, bongkar pasang segel sangat mudah, memungkinkan kita menggunakan satu sling untuk banyak objek yang akan diangkat atau dipindahkan. Biasanya, alat bantu ini terbuat dari baja dan memiliki bentuk melengkung seperti huruf U dengan pengunci di ujungnya yang dapat dilepas. 

Tips Memilih Shackle

Sangat penting memilih shackle yang tepat untuk proses pengangkatan/lifting. Sebab selain membuat proses pengangkatan lebih mudah, memilih shackle yang tepat juga dapat mengurangi risiko kecelakaan kerja. Berikut ini tips memilih shackle yang tetap untuk kebutuhan Anda: 

1. Kenali Jenis Shackle

Segel ini dapat dibedakan menjadi beberapa jenis berdasarkan material bahan baku, bentuk tipe, dan penguncinya. Berikut penjelasan jenis shackle yang digunakan di berbagai industri: 

a. Berdasarkan material bahan baku 

  • Shackle JIS : Shackle JIS terbuat dari material  mild steel/Malleable steel. Jenis shackle ini memiliki karakteristik tidak memiliki nilai breaking load yang artinya tidak dapat digunakan untuk aplikasi berat. Jenis Shackle ini hanya cocok digunakan untuk aplikasi ringan seperti i dapra, pagar, dan lashing (ikat).
  • Shackle SWL : Jenis shackle ini terbuat dari bahan besi karbon yang mengandung  0.5% hingga 1.5% karbon bersama dengan campuran mangan, belerang, fosfor, dan silikon. Karena karena itu shackle SWL dapat digunakan untuk aplikasi berat karena memiliki nilai breaking load yang cukup tinggi. 

b. Berdasarkan Bentuknya 

  • Shackle Dee : Segel ini disebut shackle Dee karena bentuknya menyerupai huruf D. Jenis segel ini hanya digunakan untuk tugas mengangkat objek dengan menggunakan rantai sebagai alat bantunya. Karena bentuk D-nya, rantai dapat terpasang dengan kuat pada lubang sehingga rantai tidak bisa bergerak atau goyang saat digunakan untuk mengangkat objek.
  • Shackle Omega : Segel jenis ini disebut shackle omega karena bentuknya mirip dengan simbol “Ω”. Shackle ini umumnya digunakan untuk aplikasi lifting ataupun towing yang menggunakan wire rope sling. Segel Omega memiliki lubang kait yang lebih besar dari jenis Dee. Bentuk lubang kait ini dibuat sesuai dengan bentuk wire rope yang umumnya memiliki ukuran yang lebih besar dari pada rantai dan sekaligus shackle ini bisa memuat banyak sling. 

c. Berdasarkan Penguncinya 

  • Screw Pin: Segel dengan bentuk pin dan pemutar sekrup tidak memerlukan pengunci tambahan. Cara kerjanya sederhana: cukup kencangkan ulir sehingga tidak terlepas saat digunakan. Segel ini biasanya digunakan untuk tujuan yang tidak permanen atau dapat dibongkar pasang.
  • Round Pin: Segel jenis ini ditujukan untuk penggunaan non permanen, karena tidak menggunakan ulir sebagai pengencang. Namun, segel jenis ini menggunakan pengunci yang terletak di ujung pin.
  • Bolt & Nut Type: Segel bolt umumnya digunakan untuk aplikasi yang lebih permanen, seperti offshore, karena mereka dikenal lebih aman dan tidak mudah terbuka. Hal ini dimungkinkan oleh pengunci baut dan pin yang terletak pada segel. Pengunci jenis ini dianggap lebih kuat dan aman untuk mencegah objek diaplikasikan saat digunakan.
2. Tentukan jenis shackle dan pin yang akan digunakan

Perlu diingat bahwa setiap jenis shackle memiliki fitur dan fungsi yang berbeda. Penggunaannya sangat berbeda satu sama lain secara teknis. Anda dapat memilih segel jenis rantai untuk aplikasi mengangkat dan menarik secara tegak lurus, sedangkan segel jenis wire rope dapat digunakan untuk penarikan yang tidak tegak lurus.

Selain itu, bentuk pin juga sangat penting dalam memilih segel. Seperti dijelaskan sebelumnya, jenis shackle juga dibedakan berdasarkan bentuk pin (pengunci). Jika Anda ingin segel untuk tujuan permanen, pin baut akan lebih baik karena memiliki kekuatan cengkram yang lebih besar. Namun, untuk tujuan non-permanen, Anda dapat menggunakan segel berpin bulat atau sekrup, karena keduanya mudah dibongkar pasang.

3. Sesuaikan dengan kapasitas sling yang digunakan 

Tips memilih shackle yang tepat selanjutnya yakni menyesuaikan dengan jenis sling dan beban yang akan diangkat. Pastikan Anda memilih shackle dengan ukuran diameter yang lebih daripada wire rope sling yang Anda gunakan. Untuk rasionya lebar shackle dan wire rope yakni 1:1. 

4. Ketahui beban yang akan diangkat 

Tips memilih shackle yang terakhir adalah dengan mengetahui jenis dan berat  barang atau obyek yang akan diangkat. Jika beban yang akan diangkat cukup berat dan memerlukan pengait yang kokoh, maka jenis segel baut ini akan sangat cocok untuk mencengkram beban dengan kuat.

Itulah beberapa tips memilih shackle yang tepat. Dengan tips maka  Anda dapat memilih shackle yang tepat sesuai dengan kebutuhan Anda. Bagi Anda yang membutuhkan shackle berkualitas, ANda dapat menghubungi kami. PT. Velasco Indonesia merupakan distributor alat kapal yang menjual berbagai shackle berkualitas dengan harga terbaik. 

Baca Juga : Jual Shackle Berbagai Tipe dan Ukuran

VELASCO INDONESIA PERSADA adalah distributor dan Supplier Shackle di jakarta dan juga menjual  Clevis Grab Hook, Eye Bolt, Spelter Socket, Swivel Shur Loc Hook, Eye Hook ,Hammerlock, Ratchet Load Binder, Master Link Assembly, Thimble Heavy Duty, Turnbuckle, Swivel, Wire Clip, Rachet, Webbing Sling, Lever Block, Chain Block dll, dengan pelayanan terbaik di Jakarta. Kami juga menjual alat kapal, Lihat produk kami lainnya di sini. Rantai, rigging, wire rope, alat keselamatan kapal, peralatan safety, chemical product Semua barang yang kami jual dilengkapi sertifikat dan berkualitas. Silahkan hubungi kami lewat Whatsapp (081290808833) atau 021 690 5530. Bisa juga melalui email ke [email protected] atau [email protected] Atau lihat produk kami lainnya di sini.

Dalam proses lifting biasanya menggunakan rantai untuk menarik beban. Dalam konstruksi alat rigging tidak boleh terhubung langsung dengan mata rantai karena alat rigging umumnya memiliki bentuk yang lebih besar sehingga rantai beresiko putus. Karena itulah dalam konstruksi ini dibutuhkan alat rigging tambahan salah satunya adalah connecting link. lalu apa Fungsi dan Kegunaan Connecting Link Atau Hammerlock

Berikut penjelasannya!

Connecting link sering disebut juga dengan hammerlock. Seperti namanya, connecting link merupakan salah satu jenis alat rigging yang digunakan sebagai alat penghubung antara rantai dengan alat rigging lainnya seperti hook, shackle dan masterlink. Jadi bisa disimpulkan fungsi dan kegunaan utama connecting link adalah sebagai alat penghubung yang digunakan dalam proses pengangkatan beban berat. Dengan menggunakan connecting link, kita dapat memastikan bahwa semua komponen terhubung dengan baik dan tidak mudah terlepas.

Connecting link Fungsi dan Kegunaan Connecting Link Atau Hammerlock

Bentuk connecting link sendiri terdiri dari dua bagian yakni bagian atas dan bawah. Sedangkan bagian tengahnya terdapat pin yang berfungsi sebagai pengunci yang menyambungkan antara bagian atas dan bagian bawah connecting link. jadi saat bagian pin ini dibuka, maka bagian atas dan bawah connecting link akan terpisah. Untuk connecting bagian atas biasanya diikatkan ke rantai. Sedangkan bagian bawah bisa dikaitkan ke alat rigging lain seperti masterlink dan juga shackle. Untuk lebih jelas bisa liat gambar berikut: 

Fungsi dan Kegunaan Connecting Link Atau Hammerlock

Itulah Fungsi dan Kegunaan Connecting Link Atau Hammerlock Meskipun terlihat sederhana, penting untuk selalu memperhatikan keamanan saat menggunakan connecting link. Pastikan bahwa semua pengait dan pengunci pada connecting link terpasang dengan benar sebelum digunakan. Bagi Anda yang membutuhkan connecting link, Anda dapat menghubungi kami melalui whatsapp, email atau telepon. 

Baca Juga : Jual Master Link Assembly Berkualitas

VELASCO INDONESIA PERSADA adalah distributor dan Supplier Hammerlock di jakarta dan juga menjual  Clevis Grab Hook, Eye Bolt, Spelter Socket, Swivel Shur Loc Hook, Eye Hook, Ratchet Load Binder, Master Link Assembly, Shackle, Thimble Heavy Duty, Turnbuckle, Swivel, Wire Clip, Rachet, Webbing Sling, Lever Block, Chain Block dll, dengan pelayanan terbaik di Jakarta. Kami juga menjual alat kapal, Lihat produk kami lainnya di sini. Rantai, rigging, wire rope, alat keselamatan kapal, peralatan safety, chemical product Semua barang yang kami jual dilengkapi sertifikat dan berkualitas. Silahkan hubungi kami lewat Whatsapp (081290808833) atau 021 690 5530. Bisa juga melalui email ke [email protected] atau [email protected] Atau lihat produk kami lainnya di sini.

Salah satu jenis sling yang umum digunakan untuk aplikasi rigging adalah wire rope sling. Wire rope sling sendiri merupakan sling berbentuk tali yang terbuat dari baja. Dalam penggunaan wire rope sling tidak terlepas dari adanya gesekan pada bagian mata wire rope dengan barang lainnya. Ada salah satu alat rigging yang bisa digunakan untuk melindungi mata wire rope sling dari gesekan sehingga aman digunakan, alat tersebut disebut thimble. Dalam artikel ini kami akan membahas mengenai jenis dan kegunaan thimble pada wire rope sling. 

Kegunaan Thimble 

Thimble adalah salah satu jenis alat rigging yang dirancang sebagai alat bantu kait pada wire rope. Disebut sebagai alat bantu karena fungsi utama thimble memang bukan sebagai alat kaitanya melainkan untuk melindungi mata wire rope dari hentakan dan tarikan dari alat rigging lainnya. Thimble juga berfungsi untuk melindungi wire rope agar tidak terjepit dan terkikis sehingga umur wire rope pun akan semakin lama. 

Sebenarnya ada beberapa cara untuk membuat mata wire rope salah satunya adalah dengan menggunakan thimble. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat membuat mata wire rope dengan trimble, salah satunya adalah ukuran trimble harus sesuai dengan ukuran wire rope atau (tidak kebesaran atau kekecilan). Karena jika tidak sesuai ukuran maka dapat mengakibatkan kecelakaan kerja. 

Jenis Thimble 

Seiring dengan kebutuhan akan thimble yang bervariasi, maka dibuatlah beberapa jenis trimble. Secara umum jenis trimble dibedakan berdasarkan pengaplkikasiannya, lapisan pembuatannya dan benatuknya. Berikan penjelasan mengenai jenis thimble: 

Jenis trimble berdasarkan pengaplikasiannya

  • Thimble Biasa : Thimble umumnya digunakan untuk aplikasi ringan dan statis dimana thimble tidak bekerja terlalu berat.
  • Thimble Heavy : Thimble digunakan untuk aplikasi yang lebih berat yang sifatnya statis.

Jenis trimble berdasarkan lapisan pembuatannya: 

  • Thimble Galvanis : Thimble yang digunakan untuk aplikasi yang dilakukan di wilayah atau lingkungan yang rawan terjadi karat. 
  • Thimble Stainless Steel 104 & 316 : Thimble ini umumnya digunakan untuk aplikasi di lingkungan yang  rawan korosi dan rawan karat.

Jenis thimble berdasarkan bentuknya 

jenis thimble

  • Thimble Standard 

Thimble standard merupakan salah satu jenis thimble yang paling umum digunakan dalam berbagai industri. Jenis thimble ini memiliki bentuk sederhana dengan dengan finishing galvanis dan hanya cocok digunakan untuk aplikasi ringan saja. 

  • Thimble Heavy Duty 

Selain thimble standar, thimble heavy juga juga sering digunakan di berbagai industri. Hal ini karena bodynya yang tebal dan lebih kokoh sehingga sangat cocok digunakan untuk aplikasi berat. Selain itu, jenis thimble ini juga dibuat dengan finishing galvanis dan finishing stainless steel untuk mencegahnya dari korosi dan karat. 

  • Thimble heavy duty tube

Secara material sebenarnya Thimble heavy duty tube sama dengan thimble heavy duty. Namun secara bentuk, thimble heavy duty tube terlihat lebih aman. Hal ini karena thumble ini dilengkapi dengan tube atau tabung yang berfungsi sebagai tempat untuk memasukan wire rope sehingga lebih aman dari gesekan dan tidak mudah lepas. Jenis thumble ini juga cocok digunakan untuk aplikasi berat. 

  • Thimble solid

Thimble solid memiliki bentuk yang berbeda dari ketiga jenis thumble sebelumnya. Jika dilihat jenis thumble ini memiliki lubang yang lebih kecil dibandingkan dengan thimblenya. Thumble solid dirancang untuk dapat mengunci rigging yang dikaitkan dengan mata wire rope yang tujuannya agar tidak terlalu banyak hentakan yang dapat merusak mata wire rope. Secara harga, thimble solid punya harga yang relatif mahal. Hal ini karena thimble ini terbuat dari material  “Cast Ductile Iron” yang memiliki karakteristik lebih keras, kokoh dan kuat sehingga cocok digunakan untuk aplikasi berat seperti untuk pendant pada Crane. 

  • Thimble solid DIN 3091

Secara bentuk mirip dengan thimble solid. Bedanya thimble solid DIN 2090 memiliki dua lubang. Selain itu jenis thimble ini dibuat dengan material mild steel dengan finishing galvanis dan sering digunakan untuk aplikasi berat seperti pendant pada Crane.

Itulah penjelasan singkat mengenai Jenis dan Kegunaan Thimble Pada Wire Rope Sling Dengan artikel ini diharapkan Anda dapat memilih jenis thumble yang sesuai dengan kebutuhan Anda. Bagi Anda yang membutuhkan thumble berkualitas, jangan ragu untuk mengunjungi website kami di www.velascoindonesia.com atau menghubungi tim kami di telapoin, email ataupun whatsapp. Tim kami akan membantu Anda dalam menentukan jenis thumble dan alat rigging yang tepat untuk kebutuhan Anda. 

Baca Juga : Jual Berbagai Jenis Alat Rigging Berkualitas

VELASCO INDONESIA PERSADA adalah distributor dan Supplier Alat Rigging di jakarta dan juga menjual  Clevis Grab Hook, Eye Bolt, Spelter Socket, Swivel Shur Loc Hook, Eye Hook ,Hammerlock, Ratchet Load Binder, Master Link Assembly, Shackle, Thimble Heavy Duty, Turnbuckle, Swivel, Wire Clip, Rachet, Webbing Sling, Lever Block, Chain Block dll, dengan pelayanan terbaik di Jakarta. Kami juga menjual alat kapal, Lihat produk kami lainnya di sini. Rantai, rigging, wire rope, alat keselamatan kapal, peralatan safety, chemical product Semua barang yang kami jual dilengkapi sertifikat dan berkualitas. Silahkan hubungi kami lewat Whatsapp (081290808833) atau 021 690 5530. Bisa juga melalui email ke [email protected] atau [email protected] Atau lihat produk kami lainnya di sini.

Dalam beberapa industri besar seperti pabrik dan pegunungan pastinya sudah tak asing dengan menggunakan alat-alat berat untuk mempermudah pekerjaan. Ada beberapa jenis alat berat yang umum digunakan yang memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing, salah satunya adalah chain block. Dalam artikel ini kami akan membahas kelebihan dan kekurangan chain block. 

Chain block merupakan salah satu jenis alat angkat manual yang digunakan untuk mengangkat dan menurunkan beban berat yang tidak bisa dilakukan dengan tenaga manusia. Dengan adanya chain block pekerjaan mengangkat dan memindahkan barang dapat dengan mudah, ringan dan dapat menghemat waktu. 

Di Indonesia, chain block sering disebut juga dengan katrol. Hal ini karena cara kerja chain block yang mirip dengan katrol. Dimana chain block terdiri dari pulley (roll), rantai (chain), roda gerigi (gear), dan pengait (hook block). Cara kerja alat ini yakni dengan cara di kerek. Jadi saat salah satu rantai di kerek maka rantai tersebut akan memutar roda dan gear yang ada di dalam chain block. Gear ini nantinya akan memutar rantai satunya yang digunakan untuk mengangkat beban. 

Meskipun penggunaan chain block sangat membantu dalam proses pengangkat dan pemindahan barang, namun ada kelebihan dan kekurangan chain block.  Berikut ini beberapa kelebihan dan kekurangan chain block: 

Kelebihan Chain Block 

Berikut ini ada beberapa kelebihan chain block yang perlu diketahui : 

  • Dalam penggunaannya tidak perlu menggunakan listrik 

Seperti yang disebutkan sebelumnya, chain block merupakan alat angkat manual yang menggunakan tenaga manusia. Jadi dalam penggunaan chain block tidak membutuhkan listrik. Selain itu, chain block juga dapat digunakan dimanapun karena bentuknya yang fleksibel sehingga mudah dibawa kemana saja. 

  • Kecepatan pengangkatan dapat disesuaikan dengan penggunaannya 

Pada poin ini, kecepatan pengangkatan beban tergantung pada kecepatan tangan pengguna menggerakan chain block. Jadi semakin cepat pengguna menggunakan chain block maka pengangkatan beban juga semakin cepat. 

  • Rantai mudah diganti sehingga perawatan dapat lebih mudah 

Karena chain block adalah sebuah mesin yang terdiri dari beberapa komponen, jadi saat salah satu komponen rusak dapat diganti secara terpisah. Seperti jika terjadi kerusakan pada bagian rantai, maka Anda hanya perlu mengganti rantainya saja, jadi tidak perlu mengganti atau membeli chain block baru. Sehingga hal ini cukup membuat biaya maintenance chain block lebih terjangkau. 

  • Dapat digunakan bersamaan dengan crane dan hoist 

Pada poin ini poin ini dapat dilakukan jika Anda tidak cukup tinggi untuk mengangkat beban dan rantai chain block juga tidak cukup panjang, maka Anda dapat menggunakan crane atau hoist lainnya untuk membantu pengangkatan atau pemindahan beban. 

Kekurangan Chain Block 

Selain kelebihan, chain block juga memiliki beberapa kekurangan. Berikut ini beberapa kekurangan chain block: 

  • Hanya dapat digunakan untuk aplikasi mengangkat secara vertikal saja yakni hanya naik dan turun. 
  • Tidak dapat digunakan untuk menarik dan mengangkat barang 
  • Proses pengangkatan beban tidak dapat dilakukan secara terburu-buru. Meskipun anda menarik chain block dengan cepat namun tetap saja tidak dapat secapat jika menggunakan hoist otomatis. 
  • Rantai dapat terpuntir atau kusut jika saat proses penarikan tidak dilakukan secara hati-hati. Selain itu, agar hal ini tidak terjadi, dalam menyimpan chain block juga harus rapi supaya rantai tidak kusut. 

Demilikan kelebihan dan kekurangan chain block. Bagi Anda yang membutuhkan chain block berkualitas, Anda dapat mendapatkannya di PT. Velasco Indonesia. Sebagai distributor alat rigging kami menjual chain block dengan berbagai ukuran mulai dari ukuran  0.5 ton hingga 50 ton dengan harga terbaik. Segera hubungi kami melalui whatsapp atau email. 

Baca Juga : Jual Chain Block Berkualitas

VELASCO INDONESIA PERSADA adalah distributor dan Supplier Chain Block di jakarta dan juga menjual  Clevis Grab Hook, Eye Bolt, Spelter Socket, Swivel Shur Loc Hook, Eye Hook ,Hammerlock, Ratchet Load Binder, Master Link Assembly, Shackle, Thimble Heavy Duty, Turnbuckle, Swivel, Wire Clip, Rachet, Webbing Sling, Lever Block dll, dengan pelayanan terbaik di Jakarta. Kami juga menjual alat kapal, Lihat produk kami lainnya di sini. Rantai, rigging, wire rope, alat keselamatan kapal, peralatan safety, chemical product Semua barang yang kami jual dilengkapi sertifikat dan berkualitas. Silahkan hubungi kami lewat Whatsapp (081290808833) atau 021 690 5530. Bisa juga melalui email ke [email protected] atau [email protected] Atau lihat produk kami lainnya di sini.

Meskipun sebagian dari Anda jarang mendengar ratchet straps, namun alat ini sangat penting untuk mengamankan barang saat proses pengangkutan kargo. Jika Anda sedang mencari produk ini, penting bagi Anda untuk tahu cara menggunakan  ratchet straps dengan aman dan efektif. Karena itu, kami akan menjelaskan secara rinci bagaimana cara menggunakan  ratchet straps yang benar supaya cargo yang Anda bawa dapat aman. 

Ratchet straps atau sering disebut juga cargo strap merupakan salah satu jenis alat bantu yang untuk mengamankan dan mengencangkan kargo yang diangkut dengan moda transportasi tertentu baik di darat, laut, atau udara. Cargo straps sangat efektif sebagai alat keselamatan agar beban tidak jatuh dari kendaraan dan tetap di tempat selama perjalanan. 

Ratchet straps memiliki bentuk seperti sabuk yang terbuat dari polyester yang dilengkapi dengan pengait khusus yang berfungsi sebagai pengencang ikatan. Dengan desain yang sederhana dan bahan yang lentur ini, memungkinkan ratchet belt digunakan untuk mengikat beban ukuran kecil dan juga besar. 

Komponen Ratchet Straps atau Cargo Straps

Pada dasarnya ratchet straps atau cargo straps terdiri dari dua komponen: 

  1. Dalam bagian pertama, tali dengan ukuran pendek yang ujungnya diberi pengait cakar dan ujung satunya lagi diberi pengait dengan mekanisme ratchet
  2. Bagian kedua hanyalah tali panjang dengan pengait cakar di ujungnya

Cara Memasang Ratchet Straps

Berikut langkah-langkah memasang Ratchet Straps yang benar, supaya kargo tidak bergerak dan aman sampai tempat tujuan. 

  • Pastikan truk, atau kargo kendaraan Anda memiliki eye bolt. Eye bolt ini nantinya digunakan untuk mengaitkan ratchet straps.
  • Masukan barang atau cargo ke dalam truk dengan strategis. Ketika Anda menggunakan ratchet straps, Anda harus memastikan bahwa tidak ada ruang untuk barang bergerak di antara bagian dan tempat dudukan eyebolt.
  • Kaitkan bagian ujung tali yang dilengkapi dengan pengait cakar ke eye bolt. 
  • Buka tuas pelepas lalu pastikan bahwa bagian slot ini menghadap lurus ke atas dan turun dalam posisi vertikal
  • Ambil ujung tali dan masukkan ke atas slot, pastikan Anda memasang tali dari bawah. 
  • Tarik tali kembali ke arahnya untuk mengatur ketegangan pada tali, lalu gunakan pegangan ratchet untuk mengencangkan tali dengan kencang. Jika sudah merasa kencang lalu akhiri pegangan dengan posisi tertutup

Demikian cara menggunakan Ratchet Straps dengan benar. Dengan mengetahui cara menggunakannya, diharapkan cargo yang Anda bawa akan aman. Bagi Anda yang membutuhkan Ratchet Straps, Anda dapat mendapatkannya di PT. Velasco Indonesia. Kami menjual Ratchet Straps berbagai ukuran dengan harga terbaik. 

Baca Juga : Jual Lashing Belt Harga Terbaik

VELASCO INDONESIA PERSADA adalah distributor dan Supplier Ratchet lashing di jakarta dan juga menjual  Clevis Grab Hook, Eye Bolt, Spelter Socket, Swivel Shur Loc Hook, Eye Hook ,Hammerlock, Ratchet Load Binder, Master Link Assembly, Shackle, Thimble Heavy Duty, Turnbuckle, Swivel, Wire Clip Webbing Sling, Lever Block, Chain Block dll, dengan pelayanan terbaik di Jakarta. Kami juga menjual alat kapal, Lihat produk kami lainnya di sini. Rantai, rigging, wire rope, alat keselamatan kapal, peralatan safety, chemical product Semua barang yang kami jual dilengkapi sertifikat dan berkualitas. Silahkan hubungi kami lewat Whatsapp (081290808833) atau 021 690 5530. Bisa juga melalui email ke [email protected] atau [email protected] Atau lihat produk kami lainnya di sini.

Ketika membahas mengenai alat untuk mengangkat beban berat, chain block adalah alat yang paling populer digunakan di berbagai industri seperti  manufaktur, konstruksi, dan pergudangan. Dengan chain block proses pengangkatan beban dengan bobot yang berat dapat dilakukan dengan mudah. Untuk itu simak, penjelasan mengenai pengertian dan kegunaan Chain block dalam berbagai bidang industri


Pengertian Chain Block 

Chain block sering disebut dengan chain hoist, atau katrol oleh beberapa orang. Chain block adalah alat mekanik yang digunakan untuk mengangkat dan menurunkan beban berat. Alat ini menggunakan mekanisme katrol yang terdiri pulley (roll), rantai (chain), roda gerigi (gear), dan pengait (hook block). Dimana bagian rantai digunakan sebagai penarik utama yang akan dililitkan pada roda besi bergerigi (gear) dan di ujung rantai lainnya terdapat pengait   (hook block) yang digunakan untuk mengaitkan barang yang akan diangkat. 

Meskipun memiliki bentuk yang sederhana namun chain block mampu mengangkat beban dengan bobot yang berat dengan mudah dan dapat digunakan secara manual atau menggunakan tenaga manusia. Karena itu, chain block juga disebut dengan katrol manual. 

Selain digunakan untuk mengangkat dan menurunkan barang. Chain block juga memiliki beberapa keunggulan yang membuatnya sering digunakan di berbagai industri. Berikut keunggulan chain block:  

  • Meskipun memiliki ukuran yang kecil, namun chain block dapat mengangkat beban berat hingga berton-ton, tergantung pada spesifikasinya.
  • Chain block sangat mudah dipasang dan dipindahkan. 
  • Mudah dioperasikan. 

Kegunaan Chain Block 

Karena keunggulan yang dimiliki, membuat chain block sangat diperlukan dan digunakan di berbagai bidang industri khususnya yang memerlukan alat angkat yang efisien. Berikut ini kegunaan chain block di beberapa industri : 

  • Chain Block Untuk Industri Konstruksi 

Industri konstruksi sangat erat kaitannya dengan barang-barang berukuran berat dan besar seperti struktur yang terbuat dari besi, baja, beton, dan sebagainya. Barang-barang ini pasti tidak dapat dipindahkan dengan tangan atau dengan tenaga manusia. Di sinilah fungsi katrol ini menjadi sangat penting. Dalam konstruksi, chain block digunakan untuk mengangkat barang-barang konstruksi tersebut dari permukaan tangan ke tingkat bangunan yang lebih tinggi. 

  • Chain Block Untuk Industri Perkapalan 

Industri perkapalan umumnya menggunakan chain block untuk memenuhi kebutuhan kargo kapal. Chain block biasanya digunakan bersama dengan fixed crane dan hand overhead crane.  Chain block umumnya digunakan untuk mengangkat dan menurunkan barang yang rentan rusak atau yang tidak boleh dibanting. Karena itu, rantai blok sangat cocok untuk membantu operasional kargo, baik di dalam maupun di luar kapal.

  • Chain Block Untuk Industri Manufaktur

Pada industri manufaktur, chain block umumnya digunakan untuk mengangkat bahan baku dan barang hasil produksi. Dalam proses ini harus dilakukan dengan hati-hati supaya barang tidak rusak, nah disinilah chain block sangat diperlukan. Selain itu chain block juga dapat membantu mengangkat dan menurunkan mesin yang rusak yang membutuhkan perawatan di luar pabrik. Pastinya butuh alat yang dapat melakukannya dengan hati-hati. Disinilah chain block diperlukan untuk mengangkat dan memindahkan mesin-mesin tersebut. 

  • Industri Transportasi dan Distribusi

Baik industri transportasi ataupun distribusi sangat berkaitan satu dengan lainnya dalam proses pemindahan barang. Jenis barang yang dipindahkan sangat beragam dari segi jenis, masa, dan volume. Di sini, chain block berfungsi untuk memindahkan berbagai jenis barang tersebut. 

Itudia penjelasan mengenai pengertian dan kegunaan chain block di beberapa industri. Sebenarnya masih banyak jenis industri lain yang menggunakan chain block sebagai alat bantu untuk mengangkat barang, namun kami tidak dapat membahaanya secara mendetail.

Karena fungsinya yang sangat penting, dalam membeli chain block juga tidak boleh sembarangan dan harus di distributor terpercaya. PT. Velasco Indonesia merupakan distributor yang menjual Chain block berkualitas dengan harga terbaik. Kami menjual chain block dari berbagai merk ternama dengan pilihan kapasitas yang beragam dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan Anda. Untuk Info lebih lanjut terkait produk dan penawaran, silangkan Anda langsung mengunjungi website kami di www.velascoindonesia.com atau menghubungi tim kami melalui whatsapp atau email.  

Baca Juga : Jual Chain Block Berkualitas

VELASCO INDONESIA PERSADA adalah distributor dan Supplier Chain Block di jakarta dan juga menjual  Clevis Grab Hook, Eye Bolt, Spelter Socket, Swivel Shur Loc Hook, Eye Hook ,Hammerlock, Ratchet Load Binder, Master Link Assembly, Shackle, Thimble Heavy Duty, Turnbuckle, Swivel, Wire Clip, Rachet, Webbing Sling, Lever Block dll, dengan pelayanan terbaik di Jakarta. Kami juga menjual alat kapal, Lihat produk kami lainnya di sini. Rantai, rigging, wire rope, alat keselamatan kapal, peralatan safety, chemical product Semua barang yang kami jual dilengkapi sertifikat dan berkualitas. Silahkan hubungi kami lewat Whatsapp (081290808833) atau 021 690 5530. Bisa juga melalui email ke [email protected] atau [email protected] Atau lihat produk kami lainnya di sini.

Pemindahan muatan menggunakan sling dan alat berat dikenal sebagai proses lifting. Dalam proses ini, alat rigging yang biasa digunakan adalah shackle dan hammerlock, yang biasanya digunakan untuk menghubungkan sling dengan alat berat, yang juga dikenal sebagai crane. Namun, ada beberapa perbedaan antara keduanya. Dalam artikel ini, kami akan menjelaskan perbedaan shackle dan hammerlock agar Anda tidak salah menggunakannya.

Sebelum membahas perbedaan shackle dan hammerlock, Kami akan membahas pengertian keduanya. Shackle adalah salah satu jenis alat rigging yang digunakan untuk menyambungkan sling dengan lat rigging lainnya seperti Hook, Master Link, chain block dan lain nya. Shackle atau yang sering disebut segel ini memiliki bentuk U dengan pengunci di ujungnya yang dapat dilepas. Berdasarkan bentuknya, shackle dibagi menjadi dua jenis shackle yakni shackle Dee dan shackle omega. 

Sedangkan hammerlock atau biasa disebut connecting link adalah alat yang digunakan untuk menyambung rantai dengan alat rigging lainnya, seperti: Hook, Shackle dan Master Link. Connecting link terdiri dari dua bagian, yaitu bagian atas dan bawah dimana bagian tengahnya berfungsi sebagai pengunci yang dapat dibuka.

Dilihat dari pengertiannya, baik shackle ataupun hammerlock memiliki fungsi yang sama yakni digunakan untuk menyambungkan. Shackle dan hammerlock juga memiliki pengunci yang dapat dibongkar pasang yang bertujuan agar dapat disambungkan dengan alat rigging lainnya. Lantas apa perbedaan keduannya? 

Perbedaan shackle dan hammerlock terletak pada jenis sling. Shackle dapat digunakan untuk menyambungkan berbagai macam jenis sling dengan alat rigging lainnya. Jenis sling yang dapat diaplikasikan dengan shackle mulai dari rantai, wire rope, webbing sling hingga tali sling.  Selain itu, masing-masing jenis link ini menggunakan jenis shackle yang beda. 

Sedangkan hammerlock hanya dapat digunakan bersamaan dengan rantai/ chain sling saja. Hal ini karena bentuk rantai yang pipih dan kecil dengan diameter yang tidak terlalu besar. Jadi membutuhkan jenis alat rigging lainnya yang memiliki ukuran yang lebih besar. 

Perbedaan shackle dan hammerlock selanjutnya ada pada bentuknya. Seperti yang dapat dilihat di gambar. Bagian atas shackle terdiri dari dua bentuk yakni dee dan omega yang disesuaikan dengan bentuk yang digunakan. Sedangkan bagian bawah shackle dikhususkan untuk dikaitkan dengan alat rigging saja. Jadi karena bentuk atas dan bawah shackle tidak sama jadi tidak dapat di bolak-balik. Sementara itu, pada hammerlock bagian atas dan bawahnya memiliki bentuk yang sama. Jadi lebih fleksibel dan lebih mudah digunakan untuk rantai. 

Itudia perbedaan antara shackle dan hammerlock yang perlu Anda ketahui. Dengan mengetahui perbedaan keduanya, sehingga Anda dapat memilih alat yang sesuai dengan kebutuhan di lapangan. Selain itu, bagi Anda yang membutuhkan shackle ataupun hammerlock berkualitas, Anda dapat menghubungi kami di whatsapp atau email. PT. Velasco Indonesia merupakan distributor yang menjual berbagai jenis alat rigging berkualitas dengan harga yang terjangkau.

Baca Juga : Jual Hammerlock Berkualitas

VELASCO INDONESIA PERSADA adalah distributor dan Supplier Alat Rigging di jakarta dan juga menjual  Clevis Grab Hook, Eye Bolt, Spelter Socket, Swivel Shur Loc Hook, Eye Hook ,Hammerlock, Ratchet Load Binder, Master Link Assembly, Shackle, Thimble Heavy Duty, Turnbuckle, Swivel, Wire Clip, Rachet, Webbing Sling, Lever Block, Chain Block dll, dengan pelayanan terbaik di Jakarta. Kami juga menjual alat kapal, Lihat produk kami lainnya di sini. Rantai, rigging, wire rope, alat keselamatan kapal, peralatan safety, chemical product Semua barang yang kami jual dilengkapi sertifikat dan berkualitas. Silahkan hubungi kami lewat Whatsapp (081290808833) atau 021 690 5530. Bisa juga melalui email ke [email protected] atau [email protected] Atau lihat produk kami lainnya di sini.

Master link merupakan salah satu komponen penting yangs sering digunakan dalam proses lifting dalam berbagai industri. Master link adalah alat berbentuk cincin atau oval yang terbuat dari bahan yang kuat dan berfungsi sebagai penghubung antara  sling seperti chain sling, wire rope sling atau webbing sling dengan alat angkat. Ada beberapa jenis master link master link yang yang umumnya digunakan dalam proses lifting. Berikut penjelasannya. 

Fungsi utama dari master link sendiri adalah untuk menyediakan titik koneksi yang aman dan kuat antara sling atau rantai dengan alat pengangkat, seperti hoist atau crane. Dengan menggunakan master link, beban dapat didistribusikan secara merata dan aman selama proses pengangkatan. Terdapat beberapa yang umum digunakan dalam rigging. Dimana setiap jenis ini memiliki fungsinya masing-masing. 

Jenis Master Link

  • Weldless Master link : Jenis  ini memiliki bentuk biasa yakni bulat lonjong dengan permukaan halus. Weldless master link dibuat langsung dengan menggunakan cetakan, jadi tidak ada sambungan. Master link ini berfungsi untuk mengangkat beban dengan menggunakan wire rope sling satu atau dua leg saja.
  • Welded Master Link : Jenis master link ini umumnya digunakan untuk aplikasi dengan wire rope one leg atau two leg. Secara bentuk, Welded master link mirip dengan weldless master link. bedanya ada bagian gepeng (seperti di press) di bagian tengahnya. Fungsi bagian ini adalah untuk memasukan shackle atau connecting link. 
  • Weldless End Link : bentuk master link ini sama seperti master link pada umumnya, namun bedanya weldless end link lebih pipih dan lonjong. Jenis master link ini dapat diletakan di atas sling ataupun bi bagian bawah seling, tergantung kebutuhan di lapangan. Maka dari itu master link ini dinamakan weldless end link karena pelukannya berada di ujung bawah maupun atas sling. 
  • Weldless Round Ring : Berbeda dari jenis master link lainnya, weldless round ring memiliki bentuk bulat sempurna tanpa mengalami pengelasan. Jenis master link ini cocok digunakan untuk semua jenis pengangkatan, bahkan hingga 4 sling atau 4 legs. Hal ini dikarenakan bentuknya yang lebar dengan diameter besar membuatnya mampu menampung jumlah sling yang banyak. Namun kini, weldless round ring sudah tidak lagi digunakan dalam proses lifting, hal ini karena dinilai kurang aman. 
  • Pear Shaped Master link : Master link jenis ini berbentuk seperti buah pear (Pir) dan digunakan untuk mengangkat dengan dikaitkan pada shackle atau hook. Karena bentuknya ini juga membuat pear shaped master link ini fleksibel untuk diangkat dengan shackle ukuran besar atau kecil. Jika menggunakan shackle atau hook kecil, maka bisa dikaitkan pada lekuk master link yang kecil (bagian atas), sedangkan jika menggunakan shackle atau hook yang lebih besar, maka bisa dikaitkan pada lekuk master link yang lebih besar (bagian bawah).
  1. Master link Assembly : Master link assembly adalah jenis master link yang paling sering digunakan. Master link assembly terdiri dari satu buah master link besar, dan disambungkan dengan dua master link dengan ukuran yang lebih kecil. Tujuannya adalah agar dapat menopang lebih banyak sling, namun tidak mudah bergerak. 

Itulah beberapa jenis master link yang umumnya digunakan dalam proses lifting. Setiap jenis master link memiliki kelebihan dan kegunaannya masing-masing tergantung pada aplikasi dan kondisi kerja yang spesifik. Penting untuk memilih jenis master link yang sesuai dengan kebutuhan rigging Anda agar dapat melakukan pekerjaan dengan aman dan efisien. 

Bagi Anda yang membutuhkan salah satu dari jenis master link tersebut, Anda dapat mengunjungi website kami di www.velascoindionesia.com atau menghubungi tim kami melalui whatsapp atau email. Selain di Jakarta kami juga melayani penjualan produk kami ke seluruh kota-kota besar di Indonesia seperti Jakarta, Bogor, bekasi, Tangerang, Depok, Semarang, Surabaya, Lampung, Bali, Kalimantan, Papua, Makasar, Medan, Balikpapan, Bandung, Batam Palembang dan kota-kota lainnya. 

Baca Juga : Jual Master Link Assembly Berkualitas

VELASCO INDONESIA PERSADA adalah distributor dan Supplier Master link di jakarta dan juga menjual  Clevis Grab Hook, Eye Bolt, Spelter Socket, Swivel Shur Loc Hook, Eye Hook ,Hammerlock, Ratchet Load Binder, Shackle, Thimble Heavy Duty, Turnbuckle, Swivel, Wire Clip, Rachet, Webbing Sling, Lever Block, Chain Block dll, dengan pelayanan terbaik di Jakarta. Kami juga menjual alat kapal, Lihat produk kami lainnya di sini. Rantai, rigging, wire rope, alat keselamatan kapal, peralatan safety, chemical product Semua barang yang kami jual dilengkapi sertifikat dan berkualitas. Silahkan hubungi kami lewat Whatsapp (081290808833) atau 021 690 5530. Bisa juga melalui email ke [email protected] atau [email protected] Atau lihat produk kami lainnya di sini.

Turnbuckle atau yang disebut jarum keras merupakan salah satu alat rigging yang digunakan untuk mengatur ketegangan sling. Dalam penggunaanya alat ini tidak bisa digunakan dengan asal-asalan. Sebab jika digunakan dengan cara yang salah justru akan membuat turnbuckle tidak akan berfungsi dengan maksimal dan menimbulkan masalah. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui cara menggunakan turnbuckle yang benar untuk memaksimalkan fungsinya. 


Turnbuckle adalah alat rigging yang fungsinya untuk mengatur ketegangan dua sling yang digunakan untuk mengikat atau mengangkat beban. Umumnya sling yang digunakan mulai dari chain sling, wire rope sling, webbing sling dan alat rigging lainnya yang membutuhkan pengaturan keregangan. 

Turnbuckle memiliki bentuk persegi panjang dengan sekrup di bagian tengah dan dua buah mata di setiap ujungnya yang digunakan untuk mengaitkan kedua sling. Untuk mata ini ujun turnbuckle dibagi dalam beberapa tipe yakni eye, jaw, dan hook.  Turnbuckle sendiri dibagi dalam beberapa jenis yang dibagi berdasarkan kombinasi di ujungnya seperti eye–eye, jaw–jaw, jaw–eye, dan hook–hook. 

Cara Menggunakan Turnbuckle

Secara umum, cara pemasangan turnbuckle sama untuk setiap jenisnya. Berikut cara memasang turnbuckle yang benar: 

  • Lepaskan semua alat kelengkapan ujung dari bodi utama
  • Hubungkan fitting yang Anda inginkan pada kedua ujungnya
  • Putar turnbuckle sampai ketegangan yang diinginkan.
  • Jika ada, tarik mur ke bodi.

Meski cara menggunakan turnbuckle cukup mudah, namun ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar  turnbuckle dapat berfungsi dengan maksimal. Berikut ini hal-hal yang perlu diperhatikan saat menggunakan turnbuckle : 

  • Turnbuckle dirancang untuk beban statis dan umumnya disambungkan ke wire 
  • Jangan gunakan turnbuckle melebih working load limit yang dimiliki. Pastikan Anda melihat table working load limit turnbuckle sebelum digunakan. 
  • Untuk  turnbuckle tipe stub end tidak memiliki nilai working load. Anda dapat melihat kekuatannya dari kualitas sambungan las pada turnbuckle itu sendiri. 
  • Apabila turnbuckle digunakan pada aplikasi yang memiliki banyak getaran, maka Anda dapat melengkapi turnbuckle dengan lock nuts. Lock nuts ini bisa dibeli bersamaan dengan ketika anda membeli turnbuckle. 
  • Untuk turnbuckle jenis jaw end memiliki hardware yang berbeda tergantung pada ukurannya. Untuk jaw end dengan ukuran 1/4″ sampai dengan 5/8” dilengkapi dengan bolt & nut (Mur Baut).  Sedangkan untuk ukuran 3/4″ sampai dengan 1-1/2″ dilengkapi dengan mur dan pengunci (cotter key & bolt).
  • Sebenarnya  turnbuckle tidak diperuntukan untuk pengangkatan barang. Namun jika terpaksa digunakan untuk pengangkatan barang, sebaiknya digunakan untuk pengangkatan barang dengan sudut lurus saja, jangan digunakan untuk pengangkatan sudut. 

Itulah cara menggunakan turnbuckle dan beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penggunaan turnbuckle. Dengan cara penggunaan yang tepat maka turnbuckle dapat awet dan efektif. Jika Anda membutuhkan turnbuckle berkualitas, Anda dapat menghubungi Kami di whatsapp atau email. Kami menjual turnbuckle berkualitas dengan harga terbaik. 

Baca Juga : Jual Turnbuckle dengan Harga Terbaik di Jakarta

VELASCO INDONESIA PERSADA adalah distributor dan Supplier Turnbuckle, di jakarta dan juga menjual  Clevis Grab Hook, Eye Bolt, Spelter Socket, Swivel Shur Loc Hook, Eye Hook ,Hammerlock, Ratchet Load Binder, Master Link Assembly, Shackle, Thimble Heavy Duty, Swivel, Wire Clip, Rachet, Webbing Sling, Lever Block, Chain Block dll, dengan pelayanan terbaik di Jakarta. Kami juga menjual alat kapal, Lihat produk kami lainnya di sini. Rantai, rigging, wire rope, alat keselamatan kapal, peralatan safety, chemical product Semua barang yang kami jual dilengkapi sertifikat dan berkualitas. Silahkan hubungi kami lewat Whatsapp (081290808833) atau 021 690 5530. Bisa juga melalui email ke [email protected] atau [email protected] Atau lihat produk kami lainnya di sini.

Dalam proses mengikat barang, umumnya menggunakan rantai dan wire rope. Agar barang barang dapat terikat dengan baik dan tidak bergerak maka diperlukan alat tambahan yang disebut load blinder. Load blinder merupakan salah satu jenis alat rigging yang digunakan untuk mengencangkan rantai atau wire rope saat proses mengikat barang atau lashing. Dengan kebutuhan ikat yang bervariasi, load binder dibuat dalam beberapa jenis. lantas apa saja Jenis Load Binder? berikut penjelasanya. 

Jadi dapat disimpulkan load binder adalah sebuah alat yang digunakan untuk mengamankan beban dengan menjaga ketegangan rantai atau wire rope agar tetap kencang atau longgar dalam aplikasi lashing. Secara umum, fungsi load binder hampir sama dengan turnbuckle. Bedanya tingkat kekencangan load binder dapat diatur sesuai dengan objek yang di ikat. Selain itu, load binder juga dapat dikunci dengan tugasnya sehingga lebih aman. 

Berdasarkan fungsi dan bentuknya, load binder dibedakan menjadi dua jenis. Berikut ini dua jenis load blinder : 

  • Lever Load Binder 

Lever Load Binder

Lever binder atau yang sering disebut Snap Binder  atau Lever Chain hanya dapat digunakan untuk mengencangkan rantai tetapi hanya sebagai pengunci saja, jadi tidak bisa dilakukan adjustment atau penyesuaian ketegangan rantai.  Lever binder umumnya mudah dipasang dan digunakan karena memiliki desain yang sederhana. Alat ini terdiri dari beberapa komponen yang meliputi mesin sederhana, tuas dan hook di kedua ujungnya.  Jenis ini memiliki titik tumpu di bagian tuasnya, sehingga membutuhkan banyak energi untuk melakukan pengencangan pada rantai. Bahkan diperlukan beberapa orang untuk mengencangkannya. 

  • Ratchet Load Binder 

Ratchet Load Binder

Ratchet Binder atau biasa disebut dengan ratchet chain, terdiri dari beberapa komponen yang meliputi roda bergerigi, handle atau tuas dan hook di kedua ujungnya. Roda bergerigi ini digunakan untuk mengatur ketegangan atau kekencangan rantai, sehingga dapat disesuaikan dengan dengan barang yang diikat. Jenis load binder ini juga terbilang lebih aman dibanding jenis lainnya karena desainnya yang tidak bertitik tumpu pada bagian handle, sehingga dapat menghindari resiko roda terpental atau mundur. 

Demikian jenis load binder yang umumnya di digunakan dalam proses lashing. Jika Anda membutuhkan load binder untuk keputihan lashing, Anda dapat menghubungi marketing kami melalui email atau whatsapp yang tertera. Kami menjual lever load binder dan ratchet load binder merk Crosby dengan kualitas dan harga terbaik. 

Baca Juga : Jual Sling Belt Berbagai Ukuran

VELASCO INDONESIA PERSADA adalah distributor dan Supplier Ratchet Load Binder di jakarta dan juga menjual  Clevis Grab Hook, Eye Bolt, Spelter Socket, Swivel Shur Loc Hook, Eye Hook ,Hammerlock, Master Link Assembly, Shackle, Thimble Heavy Duty, Turnbuckle, Swivel, Wire Clip, Rachet, Webbing Sling, Lever Block, Chain Block dll, dengan pelayanan terbaik di Jakarta. Kami juga menjual alat kapal, Lihat produk kami lainnya di sini. Rantai, rigging, wire rope, alat keselamatan kapal, peralatan safety, chemical product Semua barang yang kami jual dilengkapi sertifikat dan berkualitas. Silahkan hubungi kami lewat Whatsapp (081290808833) atau 021 690 5530. Bisa juga melalui email ke [email protected] atau [email protected] Atau lihat produk kami lainnya di sini.