Peristiwa kebakaran masih kerap kali terjadi, mulai dari pemukiman penduduk, gedung, sekolah hingga kapal. Selain itu, kebakaran juga dapat terjadi kapan saja yang mengakibatkan kerugian mulai dari material maupun jiwa. Untuk itu perlu penangan yang tepat dalam mengatasi kebakaran, salah satunya dengan memilih jenis bahan pemadaman api yang tepat.

Seperti yang kita ketahui, umumnya orang memadamkan api dengan air. Namun nyatanya tak semua jenis kebakaran dapat dipadamkan dengan air.

Ada beberapa jenis bahan pemadaman api yang umumnya digunakan. Berikut penjelasanya:

  • Air

Air merupakan bahan terbaik untuk memadamkan api di banding dengan bahan lainnya. Selain mampu menyerap panas, air juga relatif lebih murah karena mudah ditemukan dibanding bahan lainnya. 

Cara memadamkan api dengan air ini umumnya menggunakan selang pemadam yang dilengkapi dengan nozzle. Ada dua jenis nozzle yakni nozzle jet dan nozzle spray. Dimana untuk nozzle jet ini mengeluarkan air dengan pancaran yang lurus (solid stream). Nozzle ini dapat digunakan untuk memadamkan api dengan posisi lurus langsung ke sumber api. Sementara nozzle spray memiliki pancaran air melebar seperti membentuk perisai air yang dapat membuat api tidak menjalar lebih luas sekaligus sebagai pelindung petugas. 

  • Busa (Foam)

Busa menjadi bahan pemadaman api yang cocok digunakan untuk untuk kelas kebakaran B atau yang disebabkan oleh minyak, bensin atau lainnya. Bahan busah ini berbasis air yang mengandung sejumlah bahan kimia seperti  Bicarbonate dengan Alumunium Sulfat. Dimana campuran bahan kimia tersebut nantinya akan menghasilkan busa dengan volume yang dapat mencapai sepuluh kali dari volume campuran tersebut. Busa akan bekerja dengan sistem isolasi. Dimana sumber api akan diselimuti dengan busa sehingga tidak mendapatkan pasokan oksigen yang dapat memicu sumber api. 

  • CO2

CO2 atau karbondioksida merupakan bahan pemadaman api yang cocok digunakan untuk memadamkan api di kelas B (sebabkan oleh minyak, dll) dan C (disebabkan listrik). Bahan ini bekerja dengan cara mengisolasi oksigen. Hal ini karena C02 memiliki massa yang lebih berat dari oksigen. Selain itu, CO2 juga memiliki suhu yang lebih dingin dibanding oksigen sehingga membuat pemadaman api lebih mudah. Namun ada hal yang perlu Anda perhatikan ketika menggunakan CO2 yakni sirkulasi udara di lokasi kebakaran. Pastikan ada ruangan yang cukup luas agar tidak mengganggu pernapasan. 

  • Powder (Dry Chemical)

Bahan pemadam api powder ini terbentuk dari bahan kimia yang berbentuk serbuk kering, umumnya menggunakan campuran ammonium sulfate dan Monoammonium. Bahan ini bekerja dengan cara menyelimuti bahan yang terbakar sehingga oksigen yang menyebabkan kebakaran akan terpisah dari sumber api. Bahan pemadam api powder ini sering disebut bahan pemadam api serbaguna sebab dapat digunakan untuk memadamkan api di hampir seluruh kelas kebakaran yakni A, B dan C. Sayangnya bahan ini menghasilkan residu atau bekas. Jadi saat tidak disarankan digunakan untuk memadamkan api di area industri karena dapat merusak peralatan. 

  1. Gas Halon 

Gas Halon merupakan bahan pemadaman api yang terbentuk dari beberapa unsur kimia seperti Carbon, Fluorine, Clorine, Bromide, dan Iodine. Sama seperti bahan powder dan CO2, gas Halon juga bekerja dengan cara isolasi. Gas Halon umumnya berbentuk cairan dan disimpan di dalam tabung portable atau semi portable. Bahan ini biasanya digunakan untuk memadamkan api di sistem otomatis pada instalasi tetap seperti pada peralatan mesin dan listrik. 

Demikian penjelasan mengenai jenis bahan pemadaman api untuk kebakaran. Apabila Anda membutuhkan alat pemadaman kebakaran seperti APAR, nozzle, fire hose dan lainnya, Adan dapat menghubungi kami melalui whatsapp dan email. 

Baca Juga : Harga APAR Dan Jenis Serta Ukuran Terlengkap

VELASCO INDONESIA PERSADA adalah distributor dan Supplier Alat Pemadam Kebakaran di jakarta dan juga menjual Heat Detector, Fireman Life Line, Fireman Axe, APAR, Fire Blanket, Fire Hose Coupling, Smoke Detector dll, dengan pelayanan terbaik di Jakarta. Kami juga menjual alat kapal, Fireman Rubber Boots alat rigging, alat lifting, tali mooring, tali tambang, Fireman Belt, Fireman Outfit, Fire Hydrant, Fire Hose, Fire Hose Box, Fire Hose Connector, EEBD, Fireman Helmet, Fire Hose Nozzle, GPS   dll. Lihat produk kami lainnya di sini. Rantai, rigging, wire rope, alat keselamatan kapal, peralatan safety, chemical product Semua barang yang kami jual dilengkapi sertifikat dan berkualitas. Silahkan hubungi kami lewat Whatsapp (081290808833) atau 021 690 5530. Bisa juga melalui email ke info@velascoindonesia.com atau sales@velascoindonesia.com Atau lihat produk kami lainnya di sini.

Alat Pemadam Api Ringan (APAR) merupakan alat pemadam kebakaran yang paling sering  digunakan. APAR bisa ditemui di di berbagai fasilitas seperti rumah, gedung, sekolah hingga fasilitas publik lainnya. Ada beberapa jenis apar yang dibedakan berdasarkan media yang digunakan, salah satunya adalah APAR powder. Ketahui Fungsi dan Cara Menggunakan APAR Powder

APAR powder adalah salah satu jenis APAR yang menggunakan media dry chemical powder untuk memadamkan api. Di dalam tabung APAR powder terdiri dari tekanan dan media pemadam. Dimana APAR powder menggunakan sistem tekanan stored pressure sedangkan untuk medianya merupakan kombinasi dari mono-amonium dan ammonium sulphate.

APAR powder berfungsi untuk memadamkan api untuk kelas kebakaran A, B, dan C. Karena APAR powder ini dapat mengatasi kebakaran hampir di berbagai kelas kebakaran maka tidak heran jika jenis APAR sering disebut dengan APAR multifungsi. Dimana kelas kebakaran A meliputi kebakaran yang diakibatkan oleh benda kering seperti kertas, kayu dan lainnya. Kelas kebakaran B disebabkan benda cair seperti bensin, oli dan lainnya.Hingga kelas C yang diakibatkan oleh masalah kelistrikan. 

Dalam memadamkan api, APAR powder ini bekerja dengan dua cara yakni : 

  • Smothering : mengisolasi atau menyelimuti api agar tidak mendapat pasokan oksigen yang menjadi user pembentukan api. 
  • Starvation: memisahkan dan mengurangi unsur lain yang menjadi bahan kabar pembentukan api.  

Dengan memiliki cara kerja yang ganda ni, memungkinkan APAR powder mampu memadamkan api secara cepat dan efisien. Dengan begitu kebakaran dapat dicegah secara cepat sehingga dapat meminimalisir resiko atau kerugian yang lebih besar. 

Cara Menggunakan APAR Powder

Cara menggunakan APAR Powder terbilang cukup mudah. Sama seperti APAR jenis lainnya, cara menggunakan APAR powder juga menggunakan teknik P.A.S.S. (Pull, Aim, Squeeze, Sweep). 

  • Pull : Cara pertama yakni dengan pull atau menarik safety pin atau pin pengaman yang terletak di bagian tuas APAR.
  • Aim : Setelah pin pengaman ditarik lalu pegang ujung selang dan arahkan nozzle ke titik api. Pastikan Anda memegang nozzle dengan kuat supaya media yang keluar dari APAR dapat terkendali. 
  • Squeeze: Setelah nozzle diarahkan ke titik api dan dipegang dengan kuat, lalu langkah selanjutnya adalah menekan tuas APAR secara maksimal hingga media yang ada di dalam APAR habis. 
  • Sweep: Cara menggunakan selanjutnya adalah sapukan atau arahkan media pemadam yang keluar dari nozzle secara merata ke titik ap. 

Demikian Ketahui Fungsi dan Cara Menggunakan APAR Powder. Meski cara penggunaanya cukup mudah, namun Anda perlu memperhatikan beberapa hal lain seperti arah angin. Jangan menyemprotkan APAR powder berlawanan dengan arah angin. Sebab hal ini akan membuat api justru akan mengarah ke tubuh dan dapat membahayakan bagi keselamatan Anda. 

Selain itu dalam memilih APAR powder juga harus bersertifikat atau telah direkomendasikan oleh damkar sehingga kualitasnya dapat terjamin dan aman digunakan. Jika Anda membutuhkan APAR powder berkualitas Anda menghubungi marketing kami.  PT Velasco Indonesia Persada menjual APAR powder dan peralatan pemadam kebakaran lainnya dengan kualitas terbaik dan harga kompetitif. 

Baca Juga : Perbedaan APAR foam dan Powder

VELASCO INDONESIA PERSADA adalah distributor dan Supplier APAR di jakarta dan juga menjual Heat Detector, Fireman Life Line, Fireman Axe, Fire Blanket, Fire Hose Coupling, Smoke Detector dll, dengan pelayanan terbaik di Jakarta. Kami juga menjual alat kapal, Fireman Rubber Boots alat rigging, alat lifting, tali mooring, tali tambang, Fireman Belt, Fireman Outfit, Fire Hydrant, Fire Hose, Fire Hose Box, Fire Hose Connector, EEBD, Fireman Helmet, Fire Hose Nozzle, GPS   dll. Lihat produk kami lainnya di sini. Rantai, rigging, wire rope, alat keselamatan kapal, peralatan safety, chemical product Semua barang yang kami jual dilengkapi sertifikat dan berkualitas. Silahkan hubungi kami lewat Whatsapp (081290808833) atau 021 690 5530. Bisa juga melalui email ke info@velascoindonesia.com atau sales@velascoindonesia.com

Mungkin Anda sudah akrab dengan alat satuni ini. Hook merupakan salah satu alat yang sering digunakan dalam aktifitas lifting dan rigging. Dengan menggunakan hook proses pengangkatan dan penarikan benda dalam bobot yang berat dapat dilakukan dengan mudah dan cepat. Maka tak heran jika hook sering digunakan dalam berbagai industri seperti manufaktur, minyak dan gas, hingga konstruksi. PT Velasco Indonesia Persada Jual Berbagai Jenis Hook dengan Harga Terbaik

Hook atau yang sering disebut juga dengan ganco merupakan salah satu alat bantu untuk mengangkat beban dengan cara mengangkat beban tersebut ke hook rantai. Hook memiliki bentuk seperti tanda tanya terbalik dan umumnya alat ini diaplikasikan ke  gantry crane, dan beberapa jenis alat pengangkat lainnya.

Jenis hook terbagi dari berbagai macam bentuk dan materialnya yang disesuaikan dengan kebutuhan. Selain itu hook juga biasanya dilengkapi dengan kait yang berfungsi sebagai pengunci supaya benda yang diangkat tidak mudah jatuh atau terlepas. Hook juga tersedia dalam berbagai ukuran dan kapasitas mulai dari 1 ton, 3,2 ton, 2 ton, 8 ton, 5,3 ton, 21,2 ton, 31,5 ton, 15 ton, dan 12,5 ton. Selain itu, hook juga terbuat dari berbagai material mulai dari baja besi dan stainles steel. 

Tak hanya dari materi saja hook juga dibagi berdasarkan bentuk kepalanya yakni : 

1.Clevis Hook

Clevis Hook merupakan hook umumnya  hanya digunakan untuk rantai saja, jadi tidak dapat digunakan untuk kawat sling. Bagian pangkal hook jenis ini memiliki bentuk huruf U, yang membantu memperkuat tarikan saat diberikan beban. Hook jenis ini dianggap lebih fleksibel karena dapat dipasangkan langsung ke mata rantai tanpa harus dipasangkan dengan hammerlock atau pengikat tambahan.

2. Eye Hook

Eye hook memiliki bentuk bulat dengan celah di tengahnya. Jenis ihook ini biasanya digunakan untuk chain sling maupun wire rope sling. Namun jika hook ini ingin disambungkan ke rantai atau chain sling, hook ini akan membutuhkan connecting link / hammerlock. Eye hook memiliki keunggulan dalam segi fleksibilitas pergerakan yang tinggi. Sementara itu, eye hook memiliki kekurangan yakni sifatnya yang permanen. Jadi jika terdapat kerusakan pada bagian eye atau mata, maka seluruh bagian harus diganti.

3.Swivel Hook

Swivel Hook biasanya digunakan sebagai alat angkat di industri pelayaran karena memiliki penyambung dengan poros yang memungkinkan mereka berputar saat mengangkat barang. 

Harga Jual Berbagai Jenis Hook 

Harga hook sangat bervariasi tergantung pada jenis dan ukurannya. Seperti yang telah disebutkan diatas jika hook memiliki berbagai ukuran dan jenis yang dibedakan mulai dari material hingga bentuk matanya. PT Velasco Indonesia Persada jual berbagai jenis hook dengan harga terbaik di Jakarta. 

VELASCO INDONESIA PERSADA adalah distributor dan Supplier Hook di jakarta dan juga menjual  Clevis Grab Hook, Eye Bolt, Spelter Socket, Swivel Shur Loc Hook, Eye Hook ,Hammerlock, Ratchet Load Binder, Master Link Assembly, Shackle, Thimble Heavy Duty, Turnbuckle, Swivel, Wire Clip, Rachet, Webbing Sling, Lever Block, Chain Block dll, dengan pelayanan terbaik di Jakarta. Kami juga menjual alat kapal, Lihat produk kami lainnya di sini. Rantai, rigging, wire rope, alat keselamatan kapal, peralatan safety, chemical product Semua barang yang kami jual dilengkapi sertifikat dan berkualitas. Silahkan hubungi kami lewat Whatsapp (081290808833) atau 021 690 5530. Bisa juga melalui email ke info@velascoindonesia.com atau sales@velascoindonesia.com Atau lihat produk kami lainnya di sini.

Salah satu komponen pemadam kebakaran yang paling sering digunakan adalah alat pemadam api ringan, atau APAR. Hampir setiap fasilitas, baik pribadi maupun umum, memiliki APAR. Berbeda dengan sistem pemadam kebakaran lainnya, APAR memiliki masa kadaluarsa. untuk Mengetahui Masa Kadaluarsa APAR Berdasarkan Jenisnya

APAR memiliki bentuk yang lebih fleksibel dibanding hydrant. APAR mudah dibawa kemana saja sehingga dinilai lebih efektif sebagai alat untuk mencegah api menyebar atau mengurangi resiko akibat kebakaran. Berdasarkan mediannya APAR dibagi menjadi tiga jenis yakni APAR foam, powder dan CO2.

Ketiga jenis APAR tersebut memiliki masa kadaluarsa. APAR yang telah kadaluarsa tidak akan berfungsi dengan baik apabila tidak diganti dan diisi ulang. Hal ini tentunya tak boleh diabaikan karena dapat mempengaruhi dalam proses pemadaman api saat keadaan darurat.  Selain itu APAR yang telah kadaluarsa juga dapat menimbulkan beberapa resiko yang merugikan diantaranya: 

  1. Unit APAR rusak: Sebagian besar APAR akan rusak saat media didalamnya habis. Hal ini dikarenakan adanya gumpalan yang menyumbat bagian dalamnya sehingga  membuat APAR sulit untuk dioperasikan dalam keadaan darurat dan menyebabkan banyak kerugian karena kebakaran.
  2. Tabung Meledak : Media APAR yang sudah kadaluarsa membuat tabung mengalami tekanan yang lebih besar daripada kapasitasnya, yang dapat menyebabkan tabung meledak dan membahayakan orang di sekitarnya. 
  3. Tekanan Alat Pemadam Api Turun : Selain tekanan yang meningkat, media APAR yang rusak juga dapat menyebabkan penurunan tekanan pada alat pemadam kebakaran ini. Turunnya tekanan tentu akan mempengaruhi kinerja alat, dan akhirnya akan membuatnya tidak dapat digunakan.
Masa Kadaluarsa APAR 

Seperti yang disebutkan sebelumnya jika setiap jenis APAR memiliki masa kadaluarsa yang berbeda-beda tergantung dari media yang digunakan. Seperti yang tercantum dalam peraturan menteri no. 4 tahun 1980, yang berisi tentang masa kadaluarsa alat pemadam api ringan. Berikut isinya: 

  1. Satu tahun : Untuk APAR jenis dry chemical powder
  2. Dua tahun :  untuk APAR dengan jenis karbon monoksida ataupun foam
  3. Tiga Tahun : untuk APAR jenis clean agent seperti media alternatif halon

Namun menurut peraturan terbaru baik dalam maupun luar negeri, masa kadaluarsa APAR antara dua sampai lima tahun. APAR jenis Foam merupakan APAR yang memiliki kadaluarsa yang paling cepat yakni 2 tahun. Hal ini karena media foam terbuat dari hidrokarbon yang dicampur dengan air. Apabila APAR foam memasuki kadaluarsa maka akan mengental dan mengakibatkan penyumbatan. Jadi setelah dua tahun APAR foam harus diganti ataupun di isi ulang. Sedangkan untuk APAR jenis powder dan CO2 memiliki masa kadaluarsa yang lebih lama yakni 5 tahun. 

Cara Cek Masa Kadaluarsa APAR 

Meskipun masa kadaluarsa APAR lama, namun sebaiknya perlu melakukan pengecekan rutin demi memastikan tidak ada kebocoran ataupun penyumbatan yang membuat APAR tidak dapat bekerja dengan maksimal. 

Ada beberapa cara mengetahui masa kadaluarsa APAR: 

  1. Melakukan pemeriksaan APAR: Dengan melakukan pemeriksaan maka kita dapat mengetahui apakah apakah ada cacat fisik di bagian tabung dan mengetahui kelayakan media di dalam tabung. 
  2. Menghitung dari tanggal pembelian: Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, masa kadaluarsa APAR foam 2 tahun sedangkan jenis lainnya 5 tahun. 
  3. Memeriksa stiker expired yang ada di body tabung. 

Demikian informasi Mengetahui Masa Kadaluarsa APAR Berdasarkan Jenisnya supaya Anda dapat menjaga APAR tidak dalam masa kadaluarsa. Hal ini sangat penting karena menyangkut keselamatan banyak orang saat terjadi kebakaran. 

Jika APAR anda sudah masuk masa kadaluarsa, maka saatnya mengisi ulang APAR atau mengganti APAR yang baru. Sebagai distributor APAR terpercaya, PT Velasco Indonesia Persada menjual APAR berkualitas dan menyediakan jasa isi ulang APAR. Segera hubungi kami dan dapatkan pelayanan dan harga terbaik dari kami. 

Baca Juga : Ketahui perbedaan APAR Powder dan CO2

VELASCO INDONESIA PERSADA adalah distributor dan Supplier APAR di jakarta dan juga menjual Heat Detector, Fireman Life Line, Fireman Axe, Fire Blanket, Fire Hose Coupling, Smoke Detector dll, dengan pelayanan terbaik di Jakarta. Kami juga menjual alat kapal, Fireman Rubber Boots alat rigging, alat lifting, tali mooring, tali tambang, Fireman Belt, Fireman Outfit, Fire Hydrant, Fire Hose, Fire Hose Box, Fire Hose Connector, EEBD, Fireman Helmet, Fire Hose Nozzle, GPS   dll. Lihat produk kami lainnya di sini. Rantai, rigging, wire rope, alat keselamatan kapal, peralatan safety, chemical product Semua barang yang kami jual dilengkapi sertifikat dan berkualitas. Silahkan hubungi kami lewat Whatsapp (081290808833) atau 021 690 5530. Bisa juga melalui email ke info@velascoindonesia.com atau sales@velascoindonesia.com Atau lihat produk kami lainnya di sini.

Mungkin Anda sudah tak asing dengan alat pemadam kebakaran satu ini. APAR (Alat Pemadam Api Ringan) atau fire extinguisher adalah alat yang digunakan untuk memadamkan api dalam sekala kecil. Umumnya APAR berbentuk tabung berwarna merah dan berisikan bahan pemadam api yang bertekanan tinggi.  Setiap gedung, bagunan ataupun rumah wajib memiliki APAR sebagai proteksi dini saat terjadi kebakaran. mari kita bahas sedikit tentang cara menggunakan APAR

Meskipun cara teknis penggunaan  APAR cukup mudah namun tidak boleh sembarangan, harus sesuai dengan SOP. Nah sebelum mempelajari cara menggunakan APAR, kita harus terlebih dahulu mempelajari  kelas-kelas kebakaran atau sumber penyebab terjadinya api supaya jenis APAR yang akan dipergunakan dapat efektif dalam memadamkan api. 

Katagori Kebakaran :

  • Kebakaran kelas A : Disebabkan oleh material padat dan mudah terbakar seperti, kayu plastik, karet, kertas dll.
  • Kebakaran Kelas B : Disebabkan oleh bahan cair dan gas seperti minyak, alkohol, gas LPG bensin dll.
  • Kebakaran Kelas C : Disebabkan karena masalah kelistrikan seperti hubungan arus pendek, korsleting listrik dll.
  • Kebakaran Kelas D : Disebabkan oleh material logam seperti magnesium, lithium, potassium, dll.

Jenis Jenis APAR

APAR diklasifikasikan ke dalam berbagai jenis berdasarkan isi atau bahan yang digunakan. Setiap dahan yang digunakan APAR ini memiliki fungsi sesuai penyebab kebakaran.

  • APAR cairan atau Air : sesuai namanya APAR ini berisi air dan cocok digunakan kebakaran kelas A.
  • APAR Busa / Foam (AFFF) : untuk memadamkan kebakaran kelas A dan B
  • APAR dengan serbuk kimia kering atau dry chemical powder : untuk memadamkan kebakaran kelas A, B dan C.
  • APAR dengan karbon diaksoda (Co2): untuk memadamkan kebakaran kelas B dan C.

Setelah mengetahui kelas kebaran dan jenis-jenis APAR, sekarang kita mempelajari cara menggunakan APAR. Prosedur penggunaan APAR

Jika APAR tidak berfungsi dengan baik saat digunakan, maka langkah yang harus diambil adalah segera menghubungi petugas pemadam kebakaran terdekat
Hal ini dikarenakan APAR yang tidak berfungsi dengan baik dapat menyebabkan kebakaran semakin parah dan sulit untuk dipadamkan
apakah ada perbedaan cara menggunakan APAR untuk kebakaran jenis tertentu
Tidak ada informasi yang jelas mengenai perbedaan cara menggunakan APAR untuk kebakaran jenis tertentu. Namun, jenis APAR yang digunakan dapat berbeda tergantung pada jenis kebakaran yang terjadi
Selain itu, penting untuk memilih kapasitas tabung dan media APAR yang tepat untuk jenis kebakaran yang terjadi

Istilah teknik PASS yang terdiri dari 4 langkah yakni : 

  1. Pull: Tarik Pin Pengaman

Tarik safety pin atau pin pengaman pada APAR. Namun perlu di ingat saat menarik pin pengaman tersebut, jangan sampai menekan tuas atas dan bawah secara bersamaan, hal ini karena dapat membuat pin pengaman akan susah dilepas.

  1. Aim: Arahkan Nozzle ke Titik Api

Pegang ujung selang APAr dan arahkan langsung ke sumber api. Namun hindari memegang selang di tengah atau di bawah. Sebab ini akan membuat media yang ada di apar tidak dapat terkendali sehingga tidak tepat ke titik api.

  1. Squeeze: Tekan Tuas/Handle APAR

Prosedur ini dilakukan untuk mengeluarkan media atau isi pemadam api yang ada di dalam tabung APAR. Dengan menekan tuas secara penuh dapat mempercepat pemadaman api. 

  1. Sweep: Sapukan Media APAR

Agar penyebaran bahan pemadam dapat merata Anda dapat menggerakan nozzle dari sisi kanan ke sisi kiri atau sebaliknya.

Setelah menggunakan APAR, ada beberapa hal yang harus dilakukan untuk memastikan keamanan dan kesiapan ulang. Berikut adalah beberapa hal yang dapat dilakukan:

Pastikan api benar-benar padam
Panggil petugas pemadam kebakaran terdekat
Tarik/Lepas Pin pengunci tuas APAR / Tabung Pemadam
Sapukan secara merata sampai api padam
Perhatikan sumber kebakaran dan pastikan tidak ada kemungkinan api akan menyala kembali

Demikian penjelasan lengkap mengenai cara penggunaan APAR yang benar dan aman. Dengan mengikuti prosedur tersebut, maka proses pemadaman dapat berjalan dengan lancar hingga api benar-benar padam. Jika Anda mencari APAR berkualitas dengan harga dan pelayanan terbaik, Anda dapat menghubungi kami melalui email atau whatsapp. 

Baca Juga : Harga APAR Dan Jenis Serta Ukuran Terlengkap

VELASCO INDONESIA PERSADA adalah distributor dan Supplier APAR di jakarta dan juga menjual Heat Detector, Fireman Life Line, Fireman Axe, Fire Blanket, Fire Hose Coupling, Smoke Detector dll, dengan pelayanan terbaik di Jakarta. Kami juga menjual alat kapal, Fireman Rubber Boots alat rigging, alat lifting, tali mooring, tali tambang, Fireman Belt, Fireman Outfit, Fire Hydrant, Fire Hose, Fire Hose Box, Fire Hose Connector, EEBD, Fireman Helmet, Fire Hose Nozzle, GPS   dll. Lihat produk kami lainnya di sini. Rantai, rigging, wire rope, alat keselamatan kapal, peralatan safety, chemical product Semua barang yang kami jual dilengkapi sertifikat dan berkualitas. Silahkan hubungi kami lewat Whatsapp (081290808833) atau 021 690 5530. Bisa juga melalui email ke info@velascoindonesia.com atau sales@velascoindonesia.com Atau lihat produk kami lainnya di sini.